Tindak Pidana Pencucian Uang terkait Investasi Solar libatkan oknum Bhayangkari masuk tahap Penyidikan

Teks Foto :  []istimewa BERI KETERANGAN -  Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel, Kombes Pol Erick Frendriz di dampingi Kasubdit 1 Ditreskrimum, AKBP Rizali saat memberikan penjelasan terkait kasus investasi solar yang melibatkan oknum Bhayangkari.(kalselpos.com)

Banjarmasin, kalselpos.com – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) sudah memulai tahap penyidikan terkait Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terhadap Ratu Solar berinisial FN (27) yang diketahui merupakan oknum Bhayangkari.

 

Bacaan Lainnya

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel, Kombes Pol Erick Frendriz dikonfirmasi awak media, Selasa (21/05/2024) mengatakan, untuk sementara dari hasil gelar perkara kasus TPPU terhadap FN bisa ditingkatkan ke penyidikan.

 

“Gelar perkara kasus investasi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar kini sudah bisa ditingkatkan ke tahap penyidikan, ” ujarnya kepada awak media.

 

 

Lebih lanjut, Erick Frendriz menambahkan, penyidik akan menjadwalkan pemeriksaan kepada semua saksi terkait termasuk menelusuri aset-aset milik FN ataupun dikuasai pihak lain hasil dari kejahatannya.

 

“Tidak menutup kemungkinan ada lagi aset yang kembali disita nantinya dalam perkara TPPU, terutama harta tidak bergerak,” jelasnya.

 

Terkait statusnya, dalam perkara ini dipastikan belum tersangka dan terus berproses guna melengkapi dua alat bukti untuk selanjutnya menetapkan sebagai tersangka.

 

Ia menyebut semuanya masih bisa berkembang termasuk adanya tambahan tersangka di luar FN jika memang cukup bukti menjeratnya.

 

Dijelaskannya, tujuan jeratan TPPU agar siapa pun yang terlibat dan turut menikmati hasil kejahatan dari tersangka dapat dipidana sesuai Undang-Undang RI Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

 

Sedangkan untuk perkara awalnya tindak pidana penipuan dan penggelapan investasi BBM bodong, perkaranya saat ini dinyatakan P19 oleh jaksa yang berarti berkas perkara dikembalikan kepada penyidik untuk dilengkapi.

 

Diketahui kasus investasi BBM oleh oknum Bhayangkari ini dilakukannya sejak tahun 2019 hingga 2023 mengakibatkan total kerugian korban mencapai Rp39 miliar lebih.

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait