Langka dan mahal, Pemko Banjarmasin gelar operasi pasar elpiji 3 Kilogram  

Teks foto : Tabung gas elpiji 3 kilogram tiba di Kelurahan Kuripan Banjarmasin.(kalselpos.com)

BANJARMASIN, kalselpos.com – Kelangkaan Elpiji 3 kilogram selama dua pekan terakhir, membuat warga masyarakat Banjarmasin resah.

 

Bacaan Lainnya

Sebab, kelangkaan tersebut otomatis memicu kenaikan harga di pasaran.

 

Pemko Banjarmasin bersama PT Pertamina pun menggelar operasi pasar seharga Rp18.500 sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Salah satunya di kantor Kelurahan Kuripan, Jumat (17/5) pagi.

 

Warga Kuripan, Sumiasih mengaku, sudah mengantre operasi pasar elpiji 3 kilogram sejak pagi. Saat ini diakuinya, tabung melon itu tengah langka di pasaran.

 

“Kalaupun ada harganya sudah diatas Rp30 ribu,” ujar Sumiasih, kepada wartawan Kalselpos.com.

 

Ia pun juga kesulitan mencari tabung bersubsidi itu. Harganya di pasaran pun menurutnya sudah diatas normal. Yakni mencapai Rp35 ribu.

 

“Sudah setengah bulan ini langka gas elpiji 3 kilogram,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Lurah Kuripan Yoyok Hardianto menuturkan, pihak pertamina menyiapkan sebanyak 560 tabung gas elpiji dengan HET sebesar Rp18.500 pada operasi pasar kali ini.

 

Yoyok mengakui, berdasarkan informasi yang dihimpun dari Rukun Tetangga (RT) setempat, memang terjadi kelangkaan tabung gas elpiji di wilayahnya.

 

“Memang ada terjadi kelangkaan disini, harapan kami kedepannya rutin diadakan pasar murah seperti komoditi yang langka, untuk membantu warga,” jelasnya.

 

Sesuai hasil rapat, pihak kelurahan Kuripan ujarnya telah menyediakan kupon untuk warga agar mendapatkan tabung gas melon itu.

 

“Karena jumlahnya terbatas, jadi tidak semua warga dapat. Jadi kami delegasikan kepada ketua RT untuk membagikan ke warga yang membutuhkan,” tandasnya.

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait