Bupati Kotim Soroti Keterlambatan Capaian Kegiatan Pembangunan

Teks foto: Bupati Halikinnor saat memimpin rapat koordinasi pengendalian pembangunan, Selasa (11/7/2023) lalu.(Foto: Prokopim Kotim)

Sampit,kalselpos.com
Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor menyoroti capaian pelaksanaan pembangunan yang masih di bawah target. Dia menilai kondisi ini akibat keterlambatan pelaksanaan kegiatan padahal dia sudah mewanti-wanti sejak awal.

Untuk itu dia memerintahkan jajarannya untuk melakukan percepatan pelaksanaan program pembangunan karena realisasi program masih di bawah target.

Bacaan Lainnya

“Kalau lelang baru dilaksanakan di bulan Juni atau Juli, otomatis realisasinya September atau Oktober. Pasti terlambat. Ini yang saya minta tahun depan diperbaiki. Harus lebih awal. Sudah pernah dicoba di Dinas PU dan ternyata bisa. Persiapan di Desember, sehingga pelaksanaan sudah bisa dimulai Januari. Contohnya pengerjaan Jalan Ki Hajar Dewantara,” kata Halikinnor, Rabu (12/7/2023).

Halikinnor menyoroti secara serius masalah ini karena meski masih menduduki peringkat satu pada bulan lalu dan peringkat dua pada bulan ini di tingkat provinsi Kalimantan Tengah, namun masih di bawah target pemerintah pusat.

Dia menilai kendalanya karena keterlambatan melaksanakan lelang. Hal ini diduga terjadi karena konsultan perencanaannya yang lambat sehingga lelang tertunda. Berdasarkan informasi dari Inspektorat bahwa hasil telaahan tidak ada kendala.

“Perlu percepatan kinerja pelaksanaan program dan kegiatan dengan sisa waktu enam bulan ke depan,” katanya.

Data Bappelitbangda Kotim, realisasi pendapatan dan belanja daerah berada di bawah target sebesar 50 persen. Kinerja penyerapan APBD Kabupaten Kotim tahun anggaran 2023, realisasi keuangan Rp822.885.007.771 (39,06 persen) dan realisasi fisik 40,82 persen.

Serapan belanja modal masih belum maksimal dari pagu sebesar Rp300.756.115.556, terealisasi sebesar Rp45.648.618.753 atau 15,18 persen.

Serapan anggaran DAK fisik dan DAK nonfisik masih rendah dari pagu sebesar Rp234.843.335, terealisasi sebesar Rp2.346.211.695 atau 1 persen.

Sementara itu progress pelaksanaan pengadaan barang dan jasa, dari rencana 4.547 paket, saat ini baru realisasi 723 paket. Sisa yang belum dilaksanakan ada 3.824 paket.

“Kita juga perlu melakukan evaluasi dalam penetapan target agar benar-benar rasional. Saat ini ada yang capaiannya sangat rendah, ada pula yang sudah melampaui target,” pungkas Halikinnor.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait