Banjarmasin, kalselpos.com – ‘Perburuan’ terhadap para pelaku pembunuhan sadis terhadap pria lansia bernama Sabriansyah (60), yang terjadi, pada Rabu (29/3/23) lalu, terus dilakukan pihak kepolisian.
Bahkan, aparat kepolisian terus meningkatkan penanganan kasus pembunuhan sadis yang terjadi di Desa Mangkauk, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar tersebut.
Selain ‘perburuan’ terhadap para pelaku, polisi juga membidik sang bos preman yang menjadi otak dari pembunuhan tersebut.
“Saat ini sudah masuk proses penyidikan dan dikembangkan siapa saja pelaku yang terlibat atau ada aktor intelektual di belakangnya,” ujar Direktur Reskrimum Polda Kalsel, Kombes Pol Hendri Budiman, kepada wartawan, Senin (3/4) siang, di Banjarmasin.
Sementara itu, empat orang telah ditetapkan sebagai tersangka, masing – masing Y, yang diamankan terlebih dahulu, lalu YF, S dan R, rincinya.
Pastinya, proses penanganan perkara pembunuhan sadis di Pengaron tersebut, akan dilakukan dengan bersama Polda Kalsel dan Polres Banjar.
“Perkara akan dilakukan Joint Investigation. Polda dan Polres Banjar,” katanya.
Di sisi lain, Kombes Pol Hendri Budiman mengaku telah melakukan pengecekan mendalam di lokasi kejadian, tempat pembunuhan terjadi.
Seperti diberitakan, kronologi peristiwa itu menurut anak korban bernama Mahyuni (40), korban Sabriansyah yang mempunyai SHM ini selama dari tahun 2001, tidak pernah mendapatkan kompensasi ganti rugi atau apapun dari perusahaan itu.
Pihak keluarga korban pun sudah beberapa kali berupaya meminta hak korban kepada perusahaan, tapi selalu mendapatkan respon oleh preman-preman bayaran perusahaan.
“Dan hari ini tadi puncaknya, hari ini adalah yang kesekian kalinya kita ketemu sama tim mereka yang preman itu, mereka datang dengan lima buah mobil dan ada sekitar 30 orang,” ujarnya.
Mereka datang sekitar pukul 11.00 Wita, lalu turun, dan salah satu orang yang paling tua dari sekian banyak orang itu, mencari anak korban, Mahyuni.
Selanjutnya, mereka pergi ke rumah pemilik lahan dengan menggunakan sebuah mobil, sedangkan empat mobil yang lainnya menunggu di lokasi.
Mereka pun berbicara dengan pemilik lahan dan mereka menawarkan untuk pembukaan, itu hanya untuk melewatkan tronton yang berisi batubara serta mengajukan penawaran dengan membayar per ret-nya Rp50 ribu.
Pemilik lahan lalu bertanya pada Mahyuni dan disahuti oleh Mahyuni, bahwa ia ikut saja apa yang menurutnya baik serta menurut apa kata yang tua saja.
Korban yang saat itu masih di rumah, lalu menyusul ke lokasi, karena mengira anaknya berada di lokasi.
Saat sampai di lokasi korban yang tidak mengetahui, ada orang-orang suruhan perusahan di empat buah mobil itu di sana.
Sesampai di lokasi, korban Sabriansyah langsung digandeng oleh salah satu dari puluhan orang itu, korban pun langsung ‘dihujani’ bacokan oleh para pelaku dengan senjata tajam jenis parang.
Mendapatkan serangan secara tiba-tiba itu, korban menangkis sambil mundur sekitar 50 meter.
Melihat korban yang tidak mengalami luka sama sekali alias ‘tak mempan senjata tajam’, membuat mereka kesal, lalu salah satu dari mereka mengeluarkan senjata api (senpi) dan menembak korban tepat di kepala korban sampai tembus.
Mendapat tembakan tersebut, korban langsung ambruk ke tanah.
Melihat korban yang ambruk, para pelaku lalu menggorok serta menghujami wajah korban dengan bacokan hingga korban tewas. Melihat korban yang sudah tewas bersimbah darah, para pelaku pun langsung kabur.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





