Dishut Kalteng Amankan 7 Truk Bermuatan Kayu Logging

Salah satu truk bermuatan kayu log milik PT IFP yang terparkir di Halaman Terminal WA Gara, Palangka Raya, Rabu (7/9).(Foto: Istimewa)Tim Kalselpos/ Tabengan(kalselpos.com)

Palangkara Raya, kalselpos.com– Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengamankan tujuh truk bermuatan kayu logging dari wilayah Lahei Mentangai Kabupaten Kapuas.

Setelah dilakukan penahanan mendapat respon dari perusahaan terkait, yaitu PT Industrial Forest Plantation (IFP).

Bacaan Lainnya

“Ketujuh truk bermuatan kayu logging tersebut merupakan truk pembeli kayu mitra kontraktor dari PT IFP,” ujar Regional Manager PT IFP Sarono melalui Humas-nya Made Suarjana, Rabu (7/9) dilansir dari Tabengan.

Dijelaskannya, truk itu milik mitra kontraktor PT IFP, yang mana tanggung jawab perusahaan sendiri hanya sampai pembuatan dokumen kayu sesuai aturan yang berlaku.

“Setelah truk pembeli kayu mitra kontraktor keluar dari konsesi PT IFP, maka segala sesuatu permasalahan di jalan menjadi tanggung jawab pemilik kayu,” terangnya.

Kendati begitu, pihak PT IFP tetap membantu mitra kontraktor di lapangan, untuk mengatasi persoalan-persoalan yang ada.

Dirinya menambahkan, terkait penahanan yang dilakukan Dishut Kalteng sendiri terhadap ketujuh truk dan muatan kayu logging, pihaknya mempertanyakan dasar dari penahanan tersebut. Pasalnya, PT IFP dengan tegas menyebut muatan kayu yang ada memiliki dokumen yang lengkap, serta perizinan sesuai aturan yang berlaku.

“PT IFP sendiri adalah perusahaan berstandart tinggi, yang patuh dengan aturan serta perizinan dari pemerintah,” beber Made.

Ditambahkannya, berdasarkan informasi dari sopir truk bersangkutan di lapangan, tujuh unit truk pembeli kayu mitra kontraktor PT IFP, tengah parkir di simpang Kuala Kurun (Desa Bukit Liti).

“Di saat parkir tersebut, kebetulan dilihat Gubernur Kalteng yang tengah lewat, kebetulan saat itu juga bersama-sama dengan Kepala Dinas Kehutanan Kalteng,” jelasnya.

Setelah melihat truk-truk bermuatan kayu tersebut, diduga gubernur memerintahkan Kadis Kehutanan Provinsi menahan dan memeriksa dokumen kayu.

Selanjutnya truk beserta muatannya, diperintahkan ke kantor Gubernur Kalteng dan dikawal tim Dishut Provinsi. Baru setelah itu, truk terkait dibawa lagi ke Stadion Tuah Pahoe, yang infonya, ujar dia, dibongkar muatannya.

Pos terkait