Bupati Kotim Optimistis Kelurahan Pasir Putih Juara di Tingkat Provinsi

Bupati Kotim Halikinnor dan tim penilai kelurahan/desa dari Pemprov Kalteng foto bersama di Kantor Kelurahan Pasir Putih, Kamis (23/6). (Foto: Istimewa)Ruslan AG(kalselpos.com)

Sampit, kalselpos.com -Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor optimistis Kelurahan Pasir Putih akan menjadi juara lomba kelurahan di tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Keyakinan itu karena melihat kemajuan pembangunan di kelurahan yang masuk wilayah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang tersebut.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, Kelurahan Pasir Putih memiliki wilayah cukup luas dengan potensi yang besar, khususnya di bidang pertanian dan perikanan. Dia sudah beberapa kali menghadiri panen hortikultura dan ikan di kelurahan tersebut.

“Potensinya sangat besar. Saya ikut panen raya, salah satunya tomat. Bayangkan, dengan modal Rp96 juta bisa menghasilkan lebih dari Rp400 juta,” kata Halikinnor, Kamis (23/6/2022).

Hal itu disampaikan Halikinnor di hadapan tim penilai lomba kelurahan/desa tingkat Provinsi Kalteng. Tim yang beranggotakan 10 orang itu diterima di Kantor Kelurahan Pasir Putih.

Turut hadir dalam acara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Sutimin, Camat Mentawa Baru Ketapang Eddy Hidayat Setiadi dan Lurah Pasir Putih Rudi Setiawan.

Halikinnor menilai, tidak salah Kelurahan Pasir Putih mewakili Kotim ke tingkat Provinsi. Kemajuan di kelurahan yang wilayahnya cukup luas ini memang sangat terlihat dan dirasakan masyarakat.

Dia mempersilahkan tim penilai turun langsung ke lapangan untuk membuktikan kemajuan yang dicapai Kelurahan Pasir Putih. Dia yakin profil kelurahan yang disampaikan kepada panitia lomba memang sesuai dengan kondisi kemajuan dan perkembangan di lapangan.

“Kita memang serius dalam pengembangan, apalagi ini bagian dari upaya pemulihan ekonomi masyarakat di tengah pandemi Covid-19 yang masih terjadi. Mudah-mudahan Kelurahan Pasir Putih menjadi juara di tingkat provinsi,” ujar Halikinnor.

Lurah Pasir Putih Rudi Setiawan mengatakan, dulunya memang terdapat lokalisasi yang sering disebut Pal 12 karena lokasinya berada di Km 12 Jalan Jenderal Sudirman. Lokalisasi ini merupakan terbesar dari tiga lokalisasi yang ada di Kabupaten Kotim.

Ketiga lokalisasi tersebut telah resmi ditutup pada 5 Desember 2017. Sebagian besar pekerja seks komersial di lokalisasi itu sudah dipulangkan ke daerah asal, sedangkan sebagian kecil bertahan di bawah pembinaan untuk mengubah nasib dengan memulai berwirausaha.

Rudi Setiawan mengajak masyarakatnya mendukung upaya pemerintah dan terus berbenah dengan mengoptimalkan semua potensi yang ada, khususnya bidang pertanian dan perikanan. Optimalisasi yang melibatkan banyak pihak ini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Kini masyarakat setempat semakin bersemangat mengelola pertanian dan perikanan. Bahkan kini bermunculan kelompok-kelompok petani milenial yang terjun berwirausaha dan mulai menikmati hasilnya.

“Dulunya banyak lahan telantar, termasuk di sekitar eks lokalisasi. Sekarang kita manfaatkan untuk pertanian sehingga ini membawa manfaat besar bagi perekonomian masyarakat kami,” ujar Rudi Setiawan.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait