Terkait dugaan Pungli terhadap Penunggak Pembayaran rekening, Dirut PDAM Batola tak Berkomentar

istimewa KANTOR PDAM - Inilah Kantor PDAM Batola yang berada di Kota Marabahan.s.a lingga(kalselpos.com)

Marabahan, kalselpos.com – Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Barito Kuala (Batola), Sumadi enggan berkomentar terkait dugaan tidak konsistennya penerapan sanksi terhadap pelanggan yang akan memenuhi tunggakan pembayaran rekening air bersih.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pelanggan di kawasan Jalan Trans Kalimantan Nomor 3, Handil Bakti, Kecamatan Alalak, dengan nomor kontrak 0513850, mengeluhkan terkait kewajiban pembayaran tunggakan rekening air bersih yang akan dibayarkan.

Bacaan Lainnya

Pasalnya, tagihan yang pada awalnya cuma disebut Rp490.000 mendadak berubah jadi Rp1.100.000, dan terakhir ‘membengkak’ lagi menjadi Rp1.400.000.

Bukan itu saja, pelanggan ini juga mengeluhkan, biaya pembukaan atau pemasangan kembali kilometer, yang semula hanya tercantum Rp365.000, mendadak berubah lagi menjadi Rp650.000, saat dia akan memenuhi kewajibannya melakukan pembayaran atas tunggakan sekaligus pencabutan kilometer.

Terkait keluhan di atas, Sumadi yang dikonfirmasi kalselpos.com via pesan WhatsApp, Kamis (16/6/22) siang, apakah penerimaan seperti itu, resmi atau punggutan liar (pungli) ? justru menjawab, “Pian datang aja ke kantor cabang bersangkutan, supaya Pian jelas.”

Seperti diketahui, Kepala PDAM Batola Cabang Alalak, Syarwiji, saat coba dikonfirmasi kalselpos.com, terkait ‘membengkaknya’ biaya tagihan rekening tertunggak dan pemasangan kembali kilometer milik pelanggan di Jalan Trans Kalimantan Nomor 3, Handil Bakti, bukannya melakukan klarifikasi.

Yang bersangkutan justru, mengaku akan bantu ‘koreksi’ terkait pembengkakan tagihan rekening dan biaya pemasangan kembali kilometer milik pelanggan.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait