Kena Bacok, Pria ini Tak Mampu Bayar Rumah Sakit

Ahmad Ramli (19) warga Desa Tumbang Samba Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah saat mendapatkan perawatan medis.(deny)(kalselpos.com)

Kasongan, kalselpos.com– Sudah jatuh tertimpa tangga, gambaran itu yang dialami Ahmad Ramli (19) warga Desa Tumbang Samba Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah sudah mendapat bacokan sebanyak empat kali ia harus mencari uang untuk menebus obat.

Usai ditusuk orang tak dikenal menjalani perawatan di Rumah Sakit Mas Amsyar Kasongan, tragis ia tak memiliki uang sepeserpun untuk menebus obat dan biaya perawatan.

Bacaan Lainnya

Terpaksa kakak angkatnya, Hadiansyah menggalang bantuan lewat media sosial untuk menebus obat dan biaya hidup sehari-hari.

“Adik saya saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Mas Amsyar Kasongan ditemani oleh ibu yang telah uzur,” ucap Hadiansyah, Minggu (15/5).

Menurut pengakuan Hadiansyah, jumlah dana yang terkumpul telah mencapai Rp1,2 juta.

Ia menyebut akan mengantar dana tersebut esok kepada korban.
“Jumlah terkumpul Rp1,2 juta, besok saya langsung mengantar bantuan ini ke Kasongan,” katanya.

Sebenarnya untuk warga miskin bisa mendapatkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) agar mendapatkan biaya pengobatan gratis melalui BPJS Kesehatan.

Namun, berdasarkan konfirmasi dari Rumah Sakit Mas Amsyar Kasongan, ketentuan itu tak berlaku untuk Ahmad Romli yang mengalami anirat (penganiayaan berat) berupa pembacokan.

“Iya pak, kata petugas Rumah Sakit Umum Mas Amsyar Kasongan, SKTM tidak berlaku, jadinya kami terpaksa mengumpulkan sumbangan dari donatur,” jelasnya.

Kondisi korban saat ini sangat memprihatinkan, akibat luka bacokan di dada, membuat sesak nafas. Petugas medis telah memasang selang kecil dan oksigen guna mengurangi gejala.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.