Katingan,kalselpos.com – Seorang siswi SMK di Kota Kasongan berinisial BB terancam putus sekolah. Masalahnya hanya sepele yakni orang tuanya tidak mampu membeli baju seragam.
Menurut penuturan ibunya, Yunita Maiza (50), BB malu dengan kawan-kawannya yang rata-rata memakai pakaian seragam sekolah, sementara dirinya hanya memakai baju putih abu-abu setiap hari. Semenjak masuk sekolah hingga menginjak semester dua ibunda kandungnya berharap memperoleh rejeki, guna menebus seragam senilai Rp700 ribu tersebut, tapi nasib berkata lain.
“Anak saya mengaku malu untuk bersekolah karena tak memiliki seragam. Ada tiga yang harus ditebus yaitu baju batik, pakaian produktif dan baju olahraga,” tuturnya saat dihubungi di Jalan Tjilik Riwut kilometer 6,5 depan Rumah Makan Bahagia, Kasongan, Kamis (31/3)
Menempati petak dengan bangunan semi permanen dari kayu yang disewa perbulan, Yunita Maiza menjadi orang tua tunggal bagi kelima anaknya setelah sang suami meninggal dunia sekitar dua tahun lalu. Gubuk yang ditempati juga terlihat reot ditutup papan kayu tipis serta kain spanduk.
Usaha yang dilakoninya berjualan sayur, tapi saat ini tutup karena tidak laku. Ketika malam ia bersama anak-anaknya mencoba peruntungan menjual STMJ di depan gubuk tua itu. “Jualan ini hanya untuk menyambung hidup, terkadang tak ada pembeli terpaksa berhutang buat beli beras dengan tetangga,” kisahnya.
Ibu paruh baya ini mengaku sama sekali belum mendapat bantuan dari pemerintah seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar maupun Program Kekuarga Harapan (PKH). Pernah suatu waktu mencoba mengurus, malah mendapat penolakan.
“Saya pernah opname selama berhari-hari, saat itu suami masih hidup. Kartu BPJS nggak punya, mau diurus malah ditolak. Jadinya KTP suami ditahan pihak Rumah Sakit sampai sekarang,” hibanya.
Sementara, mendapat informasi terkait masalah itu, pihak Kecamatan Katingan Hilir dan Kelurahan Kasongan Lama Merespon cepat dengan melakukan pendataan. Camat Katingan Hilir, Dony Meirianto bersama Lurah Kasongan Lama, Dirmansyah bahkan langsung membantu pendataan tersebut.
“Betuk Pak kemarin sudah melakukan pendataan di Kelurahan. Saya telah merubah KTP sesuai domisili dan mengurus surat keterangan tidak mampu, siang ini mungkin saya balik ke kantor kelurahan Kasongan Lama,” ujarnya .
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Katingan, Feriso menjelaskan untuk beasiswa SMA/SMK bukan menjadi kewenangan pihaknya tetapi menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan Provinsi. “Untuk beasiwa buat pelajar SMA/SMK bukan menjadi kewenangan Kabupaten, tapi menjadi wewenang Dinas Pendidikan Provinsi,” sebutnya singkat.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





