Pas kumandang Azan Magrib, mantan Bupati Balangan kembali divonis 1 Tahun

[]s.a lingga DIVONIS 1 TAHUN - Vonis bersalah kembali dijatuhkan kepada mantan Bupati Balangan, Drs H Ansharuddin. Kamis (6/1/22) petang. Oleh majelis hakim PN Paringin, mantan orang nomor 1 di Bumi Sanggam itu, dijatuhi hukuman 1 tahun penjara.(kalselpos.com)

Paringan, kalselpos.com – Persis saat azan Magrib berkumandang, vonis bersalah kembali dijatuhkan kepada mantan Bupati Balangan, Drs H Ansharuddin.

Pada sidang lanjutan kasus dugaan penggelepan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Paringin, Kamis (6/1/22) petang, dengan agenda putusan majelis hakim itu, memang berlangsung agak larut dari biasanya, lantaran baru dimulai pukul 17.30 Wita.

Bacaan Lainnya

Majelis hakim yang diketuai Evi Fitriasuti SH MH bersama dua hakim anggota Ida Arif Dwi Nurvianto SH dan
Sofyan Anshori Rambe SH, akhirnya menyatakan terdakwa Ansharuddin terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 372 KUHP tentang Penggelepan.

“Terdakwa dinyatakan terbukti bersalah sebagaimana dengan tuntutan JPU dan dijatuhi hukuman selama 1 tahun,” ucap Evi Fitri Astuti.

Vonis yang dijatuhkan majelis bertepatan dengan suara azan Magrib itu, sebenarnya jauh lebih ringan dari tuntutan JPU, Indra SH, yang sebelumnya menuntut terdakwa mantan bupati, itu dengan 2 tahun dan 6 bulan penjara.

Atas putusan tersebut terdakwa Ansharuddin yang lewat tim penasehat hukumnya dari Borneo Law Firm Banjarmasin, menyatakan banding. Sementara JPU, Indra SH menyatakan pikir-pikir.

Diketahui, Ibarat pepatah, “Sudah jatuh ketiban tangga pula”, seperti itulah mungkin nasib eks Bupati Balangan Ansharuddin, selain terjerat kasus dugaan penipuan cek kosong, ia juga tersandung kasus dugaan penggelapan.

Kalau kasus cek kosong ditangani pihak Polda Kalsel dan menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Banjarmasin, sedangkan untuk perkara dugaan penggelepan uang tunai Rp200 Juta, ditangani Polres Balangan hingga menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Paringin.

Untuk kasus cek kosong senilai Rp1 miliar sudah lama selesai sidangnya.

Sedangkan untuk perkara penggelepan uang senilai Rp200 juta, baru Kamis (6/1/22) tadi, divonis.

Adapun dalam dakwaan jaksa, terdakwa pada hari Jumat tanggal 4 April 2014 atau setidak-tidaknya pada suatu waktu dalam tahun 2014, bertempat di rumah jabatan Wakil Bupati Balangan Komp Garuda Maharam di Paringin atau setidak-tidaknya di suatu tempat yang masih termasuk dalam daerah hukum PN Paringin, dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan.

Akibat perbuatan terdakwa Drs Ansharruddin, saksi/korban H Syaifullah (mantan Wakil Bupati Balangan, red) mengalami kerugian sebesar Rp200 juta.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

 

Pos terkait