“Semoga kegiatan ini akan menjadi tambahan semangat dan motivasi kami dalam melaksanakan dan mensukseskan program Keluarga Berencana di kabupaten Kotabaru,” ujar Bupati H Sayed Jafar.
Kegiatan ini juga menjadi momentum yang baik sebagai ajang silaturrahmi antara Pemerintah Kabupaten Kotabaru dengan BKKBN Pusat dan Provinsi khususnya dengan seluruh pengelola program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana se-Kalimantan Selatan.
“Kita semua harus merapatkan barisan dan bekerja keras bersama seluruh stakeholder dan mitra kerja terkait untuk mengendalikan kuantitas dan meningkatkan kualitas dengan sinergi program, baik dengan pemerintah, swasta dan masyarakat dalam mewujudkan Kalimantan Selatan, khususnya Kabupaten Kotabaru yang maju, mandiri dan sejahtera,” harapnya.
Sinergisitas program pembangunan melalui program Bangga Kencana diharapkan bisa menjadi ajang untuk mengkomunikasikan dan mendiskusikan berbagai hal yang dapat mempercepat dan memperlancar pelaksanaan pembangunan.
Hal senada juga disampaikan oleh
Deputi Bidang Advokasi, Pergerakan dan Informasi BKKBN Pusat Drs Sukaryo Teguh Santoso bahwa, BKKBN memiliki mandat sebagai ketua pelaksana percepatan penurunan stunting di Indonesia yang dikukuhkan dengan Perpres no 72 tahun 2021 dimana timnya dibentuk dari tingkat pusat hingga desa.
“Tim ini berperan untuk mengkoordinir mensinergikan dan mengevaluasi pelaksanaan percepatan stunting di wilayahnya, dan ditargetkan stunting akan turun dari angka 27 persen ke 14 persen,” ucapnya.
Pelaksanaan program Bangga Kencana pada semester 1 tahun 2021 sedikit mengalami hambatan, dikarenakan pandemi Covid-19 yang terjadi sudah hampir 2 tahun ini.
Lebih jauh dipaparkanya, pertemuan ini sekaligus menyikapi kendala yang muncul selama pelaksanaan program dan kegiatan di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan pada semester 1 tahun 2021 dan merencanakan aksi yang telah disusun untuk semester 2 tahun 2021.
“Saya juga meminta kepada seluruh jajaran di tingkat Provinsi yang melibatkan seluruh kabupaten, stakeholder dan mitra kerja agar merumuskan strategi yang komprehensif pada sisa waktu yang ada semua akan tercapai dengan baik jika semua elemen dan komponen memanfaatkan sumber daya dan dana secara maksimal,” tutup diakhir sambutan.
Sebelumnya Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan selatan Ir Ramlan juga melaporkan, pada Januari 2021 lalu Presiden Republik Indonesia memerintahkan Kepala BKKBN untuk mengkoordinasikan pelaksanaan program penurunan stunting di Indonesia.
“Jadi sebagai ketua pelaksana percepatan stunting di Indonesia dan berdasarkan Perpres no 72 tahun 2021, tentang percepatan proses stunting pada tahun 2024 stunting harus 14 persen,” jelasnya.
“Kabupaten Kotabaru berada di posisi terbawah angka stunting di Provinsi Kalsel yakni 16 persen,” ungkapnya.
Acara diakhiri dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang pelayanan KB sejuta akseptor oleh Deputi Bidang Advokasi, Pergerakan dan Informasi BKKBN Pusat, Kepala Perwakilan BKKBN Kalsel, serta Bupati Kotabaru.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





