Selain Vonis 4 tahun, mantan Dirut RSUD Boejasin juga dihukum bayar Uang Pengganti Rp2 miliar

  • Whatsapp
Seorang wanita ditemukan tak bernyawa di salah satu hotel kenamaan di kota Banjarmasin, Rabu (13/20/2021).(ist)(kalselpos.com)

Banjarmasin, kalselpos.com – Setelah lima kali tertunda, dan akhirnya, pada Rabu (13/10/2021) petang, terdakwa dr Eddy Wahyudi, mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Boejasin Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala), diganjar hukuman 4 tahun penjara.

Vonis ini dibacakan oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banjarmasin yang diketuai Jamser Simanjuntak dengan di damping hakim adhoc Fauzi dan A Gawie.

Bacaan Lainnya

Terdakwa dr Eddy Wahyudi sendiri, sebelumnya datang mengunakan kursi roda dengan di dampingi sang isteri, sebelum menuju ruang sidang.

Atas vonis 4 tahun tersebut, baik terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rifani SH dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tala, masih menyatakan pikir – pikir.

Selain pidana kurungan, terdakwa dr Eddy Wahyudi, juga dibebani membayar denda Rp100 juta subsidair 3 bulan kurungan.

Sedangkan pidana lainnya, terdakwa diwajibkan membayar uang penganti (UP) sebesar Rp2,142 miliar lebih, dan bila dalam tempo sebulan tidak membayar, maka kurungannya bertambah selama 15 bulan.

Sementara, harta berupa lahan yang adanya di tangan JPU, akan dijual untuk menutupi uang pengganti tersebut.

Majelis sependapat dengan JPU Rifani, kalau terdakwa melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, seperti pada dawaan subsidair.

Sebelumnya, oleh JPU, terdakwa mantan Dirut RSUD Boejasin periode 2014-2018 itu, dituntut hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp100 juta subsidair kurungan selama 6 bulan.
Terdakwa juga dituntut membayar uang pengganti Rp2,1 miliar lebih atau jika tidak dipenuhi diganti dengan hukuman penjara selama 2 tahun.

dr Eddy Wahyudi didakwa melakukan penyelewengan dana pendapatan rumah sakit secara bersama dengan dua bawahannya (telah divonis), hingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp2,1 miliar lebih.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.