Perbanyak produk Jurnalistik, jadi cara Jitu ‘bertahan’ di era Digiltal

  • Whatsapp
[]istimewa WABINAR JMSI KALSEL TALK - Pemilik Republik Merdeka Online, Teguh Santosa dan juga pemilik Kalsel Pos dan kalselpos.com, H Lutfi Darlan saat tampil di Webinar JMSI Kalsel Taks bertema ‘Menakar Daya Hidup Media Online di Kalsel’ yang diselenggarkan, Jumat (17/9/21) malam kemarin, di Banjarmasin.(kalselpos.com)

Banjarmasin, kalselpos.com – Sulitnya migrasi dari media cetak ke media online, menjadi tantangan sendiri bagi hampir semua media konvensional di Indonesia, tak terkecuali di Bumi Lambung Mangkurat.


Itulah yang dirasakan pemilik Republik Merdeka Online atau Rmol.Id, Teguh Santosa dan juga pemilik Kalsel Pos dan kalselpos.com, H Lutfi Darlan.
Tantangan tersebut disampaikan keduanya dalam Webinar JMSI Kalsel Taks bertema ‘Menakar Daya Hidup Media Online di Kalsel’ yang diselenggarakan, Jumat (17/9/21) malam kemarin, di Banjarmasin.
Acara webinar yang juga menghadirkan pembicara, yakni Dosen Fisip Universitas Lambang Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Dr Fahrianoor tersebut, dimoderatori Desy Arfianty, yang tak lain adalah Sekretaris Redaksi Kanalkalimantan.com.
Acara webinar semakin menarik, lantaran juga dihadiri langsung oleh Ketua PWI Kalsel, Zainal Helmie, tokoh pers Banua sekaligus penasihat JMSI Kalsel, Drs Fathurrahman, serta Kadis Kominfo Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifai.
Dalam pemaparannya, H Lutfi Darlan mengaku, jika media harian Kalsel Pos yang dilahirkan tahun 2014 itu, langsung mendapat ‘ujian berat’ 3 tahun kemudian, lantaran dahsatnya ‘serbuan’ media online. Karenanya, mau tidak mau, sejak tahun 2017, dia langsung menjajal media online, lewat kalselpos.com.
“Padahal, selama 3 tahun di media cetak, kami sudah merasa nyaman. Tapi, begitu di tahun 2017, ‘booming’ media online makin kencang, Kalsel Pos yang masih berusia 3 tahun terpaksa harus percaya diri, ‘melahirkan’ kalselpos.com. Dan, Alhamdulillah kami mampu melewati berbagai tantangan, termasuk saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia, April 2020 lalu,” bebernya.
“Kenapa kami bisa eksis, dikarenakan produk jurnalistik terus kami perbanyak, hingga pengunjung ke kalselpos.com pun setiap harinya terus bertambah,” ungkap H Lutfi, sapaan akrab Komisaris Media Kalsel Pos ini.
Sementara, pemilik Rmol.Id, Teguh Santosa yang juga Ketua Umum JMSI Pusat, merasakan hal sama saat serbuan media online terjadi di Indonesia. “Dan itu juga dirasakan oleh semua media cetak besar Nasional di Indonesia,” ungkapnya.
“Nah, bagaimana kami bisa eksis, termasuk di tengah pandemi Covid-19, yaitu dengan penguatan produk, khususnya soal penulisan berita dan karya jurnalistik. Ini merupakan investasi jangka panjang kami,” ungkapnya.
Sekalipun demikian, Teguh mengaku pihaknya terpaksa tidak melakukan pengembangan. “Ya, saat ini kami cukup bisa bertahan saja,” ucapnya.
Sedang, Dosen Fisip ULM Banjarmasin, Dr Fahrianoor menyatakan, di era komunikasi digital saat ini, warung kecil di tepi jalan pun sudah bermigrasi dari pelayanan langsung ke penjualan secara online. Apalagi dunia internet, kini sudah jadi kebutuhan dasar masyarakat. Sebab, 73 persen penduduk di Indonesia sudah mengunakan internet, selain itu 98 persen telah miliki telpon gengam, sebutnya.
“Jadi, pangsa pasar media online di Indonesia, termasuk di Kalsel sangat terbuka lebar,” tutur Dr Fahrianoor.
Apalagi, layanan informasi kecil saja sudah via online, termasuk belanja online. “Sayangnya, khusus untuk konsumsi berita, rata – rata setiap penguna internet hanya menyempatkan waktu mereka, hanya 1 jam 38 menit saja. Karenanya, pangsa untuk media online di Indonesia, termasuk di Kalsel sangat terbuka lebar,” jelasnya.
Bagaimana cara meningkatkan pembaca media online sendiri, pertama dengan mengangkat realistas lokal yang bisa menjadi realitas Nasional. “Banyaknya Citizen Jurnalis, bisa jadi sumberdaya, dan media online dapat melakukan kroscek, sebelum menayangkannya,” demikian Dr Fahrianoor
Di bagian lain, Ketua PWI Kalsel, Zainal Helmie hanya mengingatkan agar semua media di daerah meningkatkan SDM personil mereka masing – masing. “Kita tak perlu bersaing dengan media besar. Jadi cukup kreatif dalam menyajikan berita. Itu saja,” tegasnya.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.