Kandangan, kalselpos.com – Dalam sepekan terakhir ini, kasus terkonfirmasi positif COVID-19 kembali terjadi peningkatan, hingga mencapai 185 orang yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Brigjend Hasan Basry, RSUD Daha Sejahtera dan di tempat karantina.
“Peningkatan tersebut terjadi sebagai konsekwensi dilakukan tracking, tracing dan testing COVID-19 yang kontak erat pasien positif,” ujar Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) Achmad Fikry, Senin (9/8).
Menurut bupati, setiap ada orang yang positif makan akan dilacak siapa-siapa yang dekat dan dilakukan tes swab untuk memastikan apakah dia terkonfirmasi atau tidak, dengan harapan untuk memutus mata rantai penularan COVID-19.
“Jika hasil tes swab positif maka akan langsung di karantina. Jadi peningkatan kasus terjadi hasil pelacakan yang kontak erat dengan yang positif,” ujar Bupati Fikry.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten HSS, dr Siti Zainab, mengatakan untuk perkembangan kasus COVID-19 di Kabupaten HSS data hingga Minggu (8/8) pukul 01.00 WITA kasus aktif sebanyak 185 orang yang dirawat di RSUD Hasan Basry dan RSUD Daha Sejahtera sebanyak 98 orang.
Sementara di bangsal karantina di eks RSUD Brigjend Hasan Basry sebanyak 80 orang dan 7 orang isolasi mandiri di rumah, karena ruang perawat bangsal karantina penuh. “Untuk saat ini bangsal karantina sudah penuh dengan jumlah pasien total 107 orang, sehingga 7 orang yang hasil swab antigennya positif diisolasi mandiri,” ujarnya.
Untuk menakan penularan COVID-19, dr Zainab mengimbau masyarakat bila dalam satu keluarga ada terpapar virus corona, agar bisa menjaga jarak dan mohon kesadaran masuk ke bangsal karantina.
“Kami sudah siapkan tempat karantina, masyarakat yang terpapar jangan menolak, sehingga tidak menularkan kepada anggota keluarga yang lainnya. Isolasi dilakukan agar tidak terjadi penambahan kasus positif,” ujarnya.





