Mampukah Asa kuat Italia Meredam Semangat Spanyol?

  • Whatsapp
Indria Purnama Hadi(kalselpos.com)

Para penggemar seluruh dunia sudah tak sabar menunggu perhelatan puncak Piala Eropa dan menyaksikan siapa juaranya. Tapi tunggu dua. Masih ada dua pertandingan seru yang menentukan, siapa yang berhak berlaga di partai pamungkas kejuaraan antar negara-negara Eropa.
Spanyol melawan Italia, dan Denmark menantang Inggris. Saat ini, penulis mencoba mengupas dan menganalisa laga Spanyol vs Italia yang akan berlangsung terlebih dahulu. Spanyol menghadapi Italia akan digelar Selasa malam waktu setempat, atau Rabu dinihari WIB.
Sebenarnya bertanding di final dalam kejuaraan utama seperti ini bukan pengalaman baru bagi Spanyol dan juga Italia. Spanyol adalah juara Piala Eropa 2008 dan 2012, sekaligus juara dunia 2010. Sedangkan Italia menjadi juara dunia 3 kali, namun baru sekali merajai Eropa. Itupun di jaman baheula, tahun 1968. Paling mutakhir, Italia menjadi juara dunia 2006, saat di final menundukkan Prancis lewat adu penalty 5-3. Final di Jerman ini juga ditandai dengan aksi kontroversial Zinedine Zidane yang menanduk Marco Materazi.
Satu windu terakhir ini prestasi Spanyol dan Italia meredup. Di kejuaraan utama Eropa maupun dunia mereka tak mengukir prestasi bagus, meski tetap diperhitungkan lawan mainnya. Semifinal Piala Eropa 2020 ini akan menjadi panggung bagi tim matador Spanyol dan tim catenaccio untuk menunjukkan aksinya, sebagai jalan merebut tiket ke final.
Spanyol dibawah asuhan Luis Enrique secara materi pemain, dari sisi kualitas tak kalah dengan skuad tim tahun 2008-2012 saat mereka merajai Eropa dan juga Dunia bersama Iker Casilas, Fernando Torres, Iniesta, Ramos dll. Saat ini di skuad Spanyol ada Sergio Busquets, Jordi Alba, dkk. Perbedaan siginifikan tim 2010-an dan skuad saat ini adalah kecilnya peran pemain asal Real Madrid, dibanding klub pesaingnya Barcelona. Tak heran, skuad saat ini sangat mengandalkan serangan aktif dengan menerapkan tiki taka ala Barcelona, sehingga bola nyaris tak pernah berhenti mengalir dan memaksa pemain lawan bertahan.
Tipe permainan Spanyol ini sebenarnya cocok dengan karakter Italia yang justru dikenal dengan pertahanannya yang kuat ala Grendel. Catenaccio yang juga diterapkan Paolo Rossi dkk saat menjadi juara dunia pada tahun 1982. Tapi itu dulu. Anak-anak asuhan Roberto Mancini malah telah “meninggalkan” strategi tersebut. Bagaikan bunglon, mereka menjadi tim yang lebih menyerang. Bahkan berani menerapkan strategi 4-3-3 yang sangat agresif atau 3-4-2-1 dengan memperkuat permainan atau gocekan di lapangan tengah. Namun demikian Italia tetap tak mengabaikan sisi pertahanan. Terbukti mereka tetap memasang pemain senior dengan caps di atas 100 kali yakni Leonardo Bonucci (102) dan Giorgio Chielini (107) serta penjaga gawang andalan Donarumma
Catatan dari pertandingan yang sudah berlangsung sejak fase grup, pemain-pemain depan Spanyol kesulitan mencetak gol. Morata, Moreno berulang kali tidak bisa memanfaatkan peluang yang sudah di depan mata. Peran pemain tengah Spanyol justru lebih menjadi kunci. Di sisi lain, pemain depan Italia, Cirro Immobile, Insigne yang dibantu Chiesa justru lebih bersinar. Dengan kondisi ini, permainan di lapangan tengah akan menjadi kunci kedua kesebelasan untuk memenangkan pertandingan. Namun melihat skuad yang ada di mana jika bandingkan masing-masing lini: kiper berimbang (Unai Simon-Donarumma), tengah imbang, depan tampak sedikit ada perbedaan kemampuan untuk menceploskan gol ke gawang lawan. Italia sedikit lebih unggul. Namun karena diperkirakan pertarungan lapangan tengah imbang, maka para kualitas individu, goal getter-lah yang akan jadi penentu. Sepertinya, jika Morata grafiknya tak bergerak naik, Italia yang akan mengambil keuntungan. Namun kemenangan tampaknya hanya dengan selisih gol tipis. Dan Italia sedikit diunggulkan (Indria Purnama Hadi, jurnalis senior, penikmat sepakbola)

(Aplikasi Kalselpos.com)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.