Salah Satu Anggota Komunitas Reptil Digigit Ular saat Atraksi di Mal

  • Whatsapp
Seorang pemuda dilarikan ke rumah sakit terdekat setelah lengan kanannya digigit ular jenis piton, saat acara amal untuk Palestina yang digelar komunitas reptil di Q Mall Banjarbaru, pada Minggu (20/6) sekitar pukul 16.00 Wita sore kemarin.(ist)(kalselpos.com)

Banjarbaru,kalselpos.com-Seorang pemuda dilarikan ke rumah sakit terdekat setelah lengan kanannya digigit ular jenis piton, saat acara amal untuk Palestina yang digelar komunitas reptil di Q Mall Banjarbaru, pada Minggu (20/6) sekitar pukul 16.00 Wita sore kemarin.

Akibat gigitan hewan reptil tersebut, lengan pemuda yang diketahui bernama Alwi ini mengalami luka robek cukup dalam dan sempat mengucurkan darah yang cukup banyak. Beruntung, sejumlah pengunjung mal langsung memberikan pertolongan pertama terhadap korban.

Bacaan Lainnya

Salah seorang pengunjung mal yang turut memberikan pertolongan pertama, Gusti Hana Siti Patimah, Am.Keb menyampaikan, kronologis kejadian berawal dari korban yang saat itu sedang asyik bermain dengan 2 ekor ular piton berwarna kuning.

Kemudian, satu ekor ular piton lainnya yang berwarna hitam, diambil dan diletakkan di leher korban.

“Tak lama setelah ular piton hitam itu diletakkan di leher korban, ular seakan-akan memutari tubuhnya dan tiba-tiba menggigit korban di pergelangan tangan atas bagian dalam,” terang Gusti.

Gusti menambahkan, setelah kurang lebih 10 menit menggigit korban, akhirnya ular itu melepaskan gigitannya meskipun ada sedikit tarikan paksa dari korban. Hal inilah yang menyebabkan luka robek cukup dalam di lengan korban sehingga darah mengucur deras.

 

Kejadian tersebut sontak membuat panik dan heboh pengunjung mal. Gusti yang saat itu berada di dekat lokasi kejadian, langsung menghampiri korban dan memberikan pertolongan pertama dengan mencoba menenangkan dan mengamankan korban yang syok.

Dibantu sejumlah relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang kebetulan juga ada di mal, Gusti kemudian mengangkat tangan korban ke posisi atas, menahan, dan menekan bagian luka bekas gigitan lalu membalutnya.

“Tadi di sana cuma ada tissu dan plester, jadi saya balut luka korban dengan tissu, lalu saya beri plester untuk menahan. Korban hampir pingsan kedinginan dan memucat karena panik dan syok melihat kucuran dan genangan darah yang cukup banyak,” ungkap Gusti.

Lebih jauh lulusan akademi kebidanan di Martapura ini menjelaskan, jika korban lambat mendapat penanganan, maka korban bisa syok hivopolemik akibat banyak mengeluarkan darah karena adanya hambatan oksigen ke otak, sehingga jantung tidak dapat memompa cukup darah ke seluruh tubuh.

“Tanda-tanda (syok hivopolemik) ini seperti yang dialami korban tadi, tekanan darah turun, penurunan suhu tubuh jadi dingin, dan denyut nadi yang cepat tetapi lemah,” jelasnya.

Setelah mendapat pertolongan pertama, korban langsung dirujuk ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

“Saran saya, ada baiknya kalau di tempat atau di acara seperti itu disiagakan unit kesehatan, jadi kalau ada hal-hal yang sifatnya urgent, bisa cepat ditangani. Minimal peralatan P3K yang harus ada,” cetus karyawati Dinas Dalduk KB PMP dan PA Banjarbaru ini.

(Aplikasi Kalselpos.com)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.