Disengketakan di Komisi Informasi, Rektor UIN Antasari akhirnya mau ‘Terbuka’ , ada Apa ?

  • Whatsapp
[]istimewa BERI KESAKSIAN - Ir Subhan Syarief, saksi ahli kontruksi yang dihadirkan Pemohon dalam sidang sengketa informasi di Komisi Informasi Kalsel, dengan Termohon, Rektor UIN Antasari, Kamis (17/6/2021) kemarin, di Banjarbaru.(kalselpos.com)

Banjarbaru, kalselpos.com – Setelah dilakukan gugatan ajudikasi (penyelesaian sengketa informasi) ke Komisi Informasi (KI) Kalsel, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, Mujiburrahman melalui kuasanya, akhirnya bersedia membuka dokumen proyek sebagaimana yang dimohonkan pihak LSM Komite Nasional Jaring Politisi Pemimpin Bersih (KNJP2B) Kalsel.
Sebelumnya, Rektor tidak menanggapi permohonan tertulis yang dilayangkan pihak LSM KNJP2B yang diketuai Masrian Noor, pada Oktober 2020 lalu, hingga pada 20 Nopember 2020, Pemohon mengajukan keberatan karena pengajuan permintaan informasi publik tidak ditanggapi oleh Termohon.
Lantaran tak kunjung mendapar respon, maka pada Januari 2021, KNJP2B mengajukan permohonan penyelesaian sengketa informasi publik kepada Komisi Informasi Kalsel.
KI Provinsi Kalsel kemudian menggelar sidang pemeriksaan awal, pada Kamis (3/6/2021), dengan agenda mediasi. Lantaran mediasi gagal, maka dilanjutkan sidang ajudikasi yang dilaksanakan, pada Kamis (17/6/2021) kemarin, di Banjarbaru.
Pada sidang ajudikasi dengan agenda pembuktian di KI Provinsi Kalsel, majelis komisioner yang diketuai Yuni Yuniarti, memutuskan sidang dilanjutkan dengan mediasi.
Mediasi yang dipimpin Komisioner KI Kalsel, Nurmahya itu akhirnya menghasilkan kesepakatan, sehingga memerintahkan Pemohon dan Termohon, untuk menjalankan kewajibannya sebagaimana tertuang dalam kesepakatan aquo.
Kesepakatan antara Termohon, Rektor UIN Antasari dengan KNJP2B selaku Pemohon adalah, Termohon bersedia memberikan informasi yang sudah disepakati oleh Pemohon dan Termohon, paling lambat 14 hari kerja, setelah putusan dibacakan.
Putusan mediasi tersebut diambil setelah mendengarkan keterangan saksi ahli yakni Ir Subhan Syarief, yang dihadirkan Pemohon dalam sidang sengketa informasi.
Dalam keterangannya, saksi ahli menegaskan, sesuai UU Jasa Konstruksi, dokumen proyek merupakan informasi terbuka, bukan rahasia atau sesuatu yang mesti ditutupi pihak Termohon.
Mendengar penjelasan saksi ahli, akhirnya Termohon meminta majelis untuk dilakukan mediasi ulang.
“Salinan putusan ini sah dan sesuai dengan aslinya, diumumkan kepada masyarakat berdasarkan UU Nomor 14/2018 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Pasal 59 ayat 4 Peraturan Komisi Informasi (Perki) Nomor 1/2013 tentang Prosedur Penyelesaian Sengketa Informasi Publik,” ucap ketua majelis komisioner KI Kalsel, Yuni Yuniarti.
Usai sidang,Ketua Umum LSM KNJP2B Korda Kalsel, Masrian Noor mengaku sangat berterimakasih atas putusan Komisi Informasi Kalsel tersebut.
Seperti diketahui, informasi yang diminta Pemohon kepada Termohon adalah terkait proyek pengembangan sarana dan prasarana enam Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri, melalui Surat Berharga Syariah UIN Antasari Banjarmasin tahun anggaran 2019-2020 dengan nilai Pagu Rp 375,414 miliar dan HPS paket Rp375,985 miliar lebih.
Selain itu, pihak Pemohon juga mengajukan permohonan pekerjaan kontruksi terhadap Termohon, khususnya terkait penambahan nilai bangunan gedung dosen terpadu tahun anggaran 2019, yang nilai pagu-nya sebesar Rp900 juta, dan nilai HPS (Harga Perkiraan Sendiri) Paket tertulis Rp899.981.752.
“Kami meminta informasi berupa salinan atau kopi dokumen pekerjaan konstruksi, di antaranya, detail engineering design, dokumen pengadaan atau lelang, rincian harga perkiraan sendiri atau HPS. Selain itu, informasi yang kami inginkan juga terkait kontrak, yang terdiri dari dari rencana anggaran biaya dan spesifikasi teknis serta gambar, metode pelaksanaan dan progres laporan kerja, salinan berita hasil pelelangan serta salinan bukti kepemilikan sewa peralatan,” beber Masrian Noor.
(Aplikasi Kalselpos.com)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

1 Komentar