Tim Relawan Paman Birin: Kemenangan PSU adalah kemenangan rakyat

  • Whatsapp
Tim Relawan Paman Birin di bawah pimpinan H. Mawardi. (anas aliando)(kalselpos.com)

Martapura, kalselpos.com – Pelaksanaan PSU Pilkada Gubernur Kalsel 2020 usai sudah dilaksanakan dengan aman, damai dan kondusif.

Hasilnya pun sudah diketahui, petahana H Sahbirin Noor (Paman Birin) yang berpasangan dengan H Muhidin menang telak dan jauh meninggalkan suara yang diraih  penantangnya, H Denny Indrayana – Difriadi Darjat.

Bacaan Lainnya

Kemenangan Paman Birin tentu saja diraih dengan kerja keras semua pihak. Tidak hanya oleh partai pengusung, kemenangan Paman Birin tidak bisa lepas dari kerja keras tak kenal lelah oleh tim relawan.

Dari catatan kalselpos.com, ada perkumpulan relawan yang benar-benar solid sehingga mampu mendongkrak suara untuk petahana.

Dalam perkumpulan tersebut diisi berbagai unsur masyarakat seperti tokoh ulama, habaib, pengacara dan LSM.

Gerakan relawan ini tersusun rapi dan tidak bisa diintimidasi. Tim relawan itu dipimpin salah satu tokoh masyarakat Kalsel yaitu H Mawardi.

“Inilah kemenangan rakyat dan inilah perjuangan rakyat yang diwadahi dalam sebuah perkumpulan relawan yang di komandoi H Mawardi dan tim yang sangat solid, gerakan  pun tersusun rapi bahkan  tidak bisa di intimidasi sebagaimana saat ketua tim pemenangan 01 bicara maka diintimidasi dengan ijazah palsu, seperti tim lawyer BirinMu bicara bahkan juga bisa di balas oleh tim lawyer 02,” ujar Ketua kordinator Tim relawan, Nur Wakib S.H., M.M. kepada kalselpos.com, Jumat (11/6/2021) siang.

Menurut pria yang terkenal ramah namun tegas itu,  tim relawan terbentuk karena tidak terima dengan fitnah dan tuduhan besar terhadap masyarakat Kalimantan Selatan.

“Cara kerja kami adalah melawan fitnah dan tuduhan dengan fakta,” ungkapnya.

Wakib membeberkan , jika sebelum PSU kemenangan Paslon 01 hanya kurang lebih 8.000 dan sekarang meningkat pesat setelah di adakan PSU.

“Ada yang mengatakan bagaimana bisa. Kemarin Paslon 01 terbantu dengan adanya pemilihan bupati dan ada tim Manis dan ada tim H Rusli yang partainya sama. Maka akan secara otomatis  mendongkrak  Sahbirin Noor dan  Muhidin karena ada kesamaan  partai. Sedangkan kali ini saat PSU 01 hanya sendiri, disinilah perlu kami tegaskan keberadaan  tim relawan memberi warna, karena kami relawan berjuang dengan hati dan biaya sendiri,” bebernya.

Ditegaskannya, kemenangan  01 di PSU adalah perjuangan rakyat bukan hanya dari  tim pemenangan 01 yang terdaftar  di KPU ataupun dari partai pendukung 01.

Wakib menegaskan, jika Denny  Indrayana  akan membawa hasil PSU ke MK maka dia  akan berhadapan dengan rakyat.

“Karena rakyat sudah capek dan muak dengan tuduhan-tuduhan selama ini. Dengan Denny  membawa hal ini kembali ke MK berarti Denny  sama dengan kembali menuduh rakyat curang dan juga menuduh KPU  serta aparat  yang melakukan pengawasan  serta pengamanan juga curang,” ucapnya.

Wakib berujar, tim relawan bekerja dengan fakta dan hal ini yang membuat masyarakat bisa menyadari dan bisa tabayun, dimana jika sebelumnya mereka memilih Denny Indrayana maka setelah mereka melihat faktanya mereka berbalik memilih Paman Birin.

Salah satu contoh, ungkap Wakib,  saat relawan  melihat  foto dan video tokoh Habaib dari pam Bahasim beredar di youtube  yang seakan – akan saat Denny indrayana dan Habib Banua datang ke rumah  Habib Munsyib Bahasim dan di buat seakan – akan Habib Munsyib bahasim  telah mendukung Deny.  “Maka hal tersebut langsung kami klarifikasi dengan pernyataan langsung dari Habib Munsyib Bahasim. Begitu juga  dengan habaib dan tokoh – tokoh lain,” ujarnya.

Bukan itu saja, lanjut Wakib, gerakan besar relawan lainnya adalah tadarusan Al Qur’an  di masjid  Al Karomah Martapura  di mana dengan ketidakhadiran Denny, masyarakat  bisa melihat siapa yang benar – benar bisa mengaji dan siapa yang tidak.   “Karena masyarakat  Kalsel masyarakat  yang agamis,  begitu mereka melihat Paman Birin  bisa mengaji di situlah kembali terdongkrak nama Paman Birin,” imbuhnya.

Wakib  membeberkan, banyak sekali hal – hal besar yang dilakukan dan yang cukup menjadi pukulan telak di saat tim relawan menemukan video pernyataan Denny di saat live public virtue institut
Dimana Denny membawa nama Guru Sekumpul dan mengatakan masyarakat Banjarmasin 70 persen memilih karena uang.

“Disinilah masyarakat mulai membuat penolakan dan sampai melaporkan Denny ke Polda, bahkan penolakan tersebut sangat luar biasa datang dari lapisan masyarakat mulai dari habaib, ulama dan tokoh masyarakat,” ujarnya.

Diungkapkan Wakib, lima  hari sebelum hari H, pihaknya membuat markas besar relawan di rumah majelis  Habib Abubakar bin Hasan Al Attas Azzabidi. Masyarakat pun  berdatangan tiada henti – hentinya baik dari Banjarmasin maupun dari pelosok – pelosok seperti Aluh – aluh, Astambul, Mataram dan daerah lainnya.

Selain rumah markas besar  relawan tersebut adalah rumah majelis Habib Abubakar bin Hasan Al Attas Azzabidi dimana hampir semua orang Kalsel  tau rumah Habib Abubakar di samping Masjid Pancasila adalah rumah salah satu tokoh habaib yang cukup di pandang dan di hormati, di tambah adanya vidio Denny yang mengatakan 70 persen masyarakat Banjar memilih karena uang.  “Hal inilah salah satunya yang menyebapkan suara Paman Birin terdongkrak sangat tajam,” sebutnya.

Dibeberkan Wakib, banyak kerja besar kami seperti saat Denny membuat surat terbuka untuk masyarakat dan Pesiden Joko Widodo. Dimana surat itu di buat dan di bacakan oleh Denny sendiri.

“Sementara masyarakat membuat surat untuk paman yang di buat oleh masyarakat dan di bacakan oleh Habaib tentang prestasi paman saat acara buka puasa bersama Habaib dan ulama,” ujarnya.

Wakib menyebut, kemampuan H Mawardi lainnya  bisa merangkul banyak masyarakat baik pribadi- pribadi di organisasi NU, pribadi pribadi di HIPMI, maupun pribadi pribadi di organisasi kepemudaan lainnya, selain dari tokoh Habaib, ulama maupun masyarakat dari berbagai lapisan. “Pihak relawan yang di pimpin oleh H Mawardi juga selalu berkoordinasi baik dengan pak Gimoyo maupun ke pak Rizal Akbar.
Sehingga gerakan tim relawan disaat PSU ini terbentuk dengan baik dan mengena, berbeda dengan 2020 lalu.
Ini salahsatu alasan kenapa pemilih yang tadi nya di 02 berpindah ke 01.
Hal inilah yang membuat suara 01 meningkat tajam,” cetusnya.

(Aplikasi Kalselpos.com)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.