Polisi mengira Diculik, gadis Muda ini ternyata Minggat dari Rumah gara – gara akan Dikawinkan

  • Whatsapp
[]ardiansyah BERTEMU KELUARGA – SZ (22), wanita muda yang dikira diculik usai dipertemukan kembali dengan keluarganya di Kotabaru oleh pihak Satreskrim Polres setempat, Selasa petang.(kalselpos.com)

Kotabaru, kalselpos.com – Diduga gara – gara akan dikawinkan secara paksa oleh orangtuanya, seorang gadis berinisial SZ (22), warga Jalan Tanjung Serdang Kotabaru, nekat melarikan diri ke Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur.


Karuan akibat ulahnya itu, sejumlah keluarga di Kotabaru, sempat berspekulasi, jika wanita muda kelahiran 3 Maret 1999 tersebut diculik, hingga kasusnya pun dilaporkan ke Polres Kotabaru.
Tak lama setelah dilakukan penyelidikan, Unit Buser dipimpin KBO Satuan Reskrim Polres Kotabaru dengan dibantu Resmob Polrestabes Surabaya, pada Sabtu (5/6/21) sekitar pukul 05.00 WIB, berhasil menemukan keberadaan SZ di sebuah rumah kost di Jalan Nginden, Desa.Pumpingan Kecamatan Sekolilo, Kota Surabaya.
Sebelumnya, begitu mendapat informasi ada kasus dugaan penculikan dari jajaran Polres Kotabaru, Bhabinkamtibmas Polsek Sukolilo, sempat melakukan pencarian selama 3 hari terhadap SZ, hingga keberadaannya terditeksi.

Bacaan Lainnya

Kapolres Kotabaru, AKBP Andi Adnan Safruddin melalui Kasat Reskrim setempat, AKP Abdul Jalil, mengatakan jika kasus yang menimpa SZ, bukan karena penculikan. “Saudari SZ meninggalkan rumah dengan alasan ingin menenangkan diri saja, karena tidak ingin dinikahkan oleh orangtuanya, sekaligus untuk mencari pekerjaan di wilayah Surabaya,” ujarnya.
Keberangkatan SZ sendiri ke Surabaya dilakukan pada 26 Mei 2021. Pertama yang bersangkutan tinggal di Mess PT Hilcon, selanjutnya selesai bekerja pada hari itu, SZ langsung menuju Banjarmasin dengan menggunakan mobil travel dan tinggal sementara di tempat Sobari, yang merupakan orangtua angkatnya.
Selanjutnya, SZ minta pesankan tiket ke Sobari untuk pergi ke Surabaya dengan alasan cuti dan ingin liburan pada 27 Mei 2021.
Sesampainya di Bandara Surabaya, SZ dijemput teman perempuan yang dia kenal di media sosial, sebelum menuju rumah kost, tempat sang teman tinggal.
SZ sendiri, kemudian juga menyewa kamar kost di sana, terhitung dari tanggal 27 Mei 2021 hingga 5 Juni 2021.
Sebelumnya, usai ditemukan tim gabungan di tempat kost-nya di Surabaya, SZ menolak saat diminta pulang ke Kotabaru. ”Namun, setelah dibujuk dan dilakukan pendekatan, akhirnya SZ mau ikut pulang ke Kotabaru,” beber AKP Abdul Jalil.

(Aplikasi Kalselpos.com)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.