Ratusan Buruh Demo Tuntut PT.SIS Cabut Sanksi ke 853 Karyawannya

  • Whatsapp
DEMO-Para buruh yang mengenakan baju seragam FSP-KEP sebelumnya berkumpul di halaman Expo Center Tanjung kemudian mereka long march menuju kantor DPRD Tabalong.(ist)(kalselpos.com)

Tanjung, kalselpos.com – Buntut buntunya pertemuan antara FSP-KEP Kabupaten Tabalong dengan PT. SIS hari ini Ratusan buruh menggelar aksi unjuk rasa di halaman DPRD setempat.

Bacaan Lainnya

Mereka menuntut perusahaan mencabut sanksi teguran lisan dan mangkir kepada 853 karyawan karena aksi peringatan hari buruh 1 mei.

Para buruh yang mengenakan baju seragam FSP-KEP sebelumnya berkumpul di halaman Expo Center Tanjung kemudian mereka long march menuju kantor DPRD Tabalong.

Ketua DPC FSP-KEP kabupaten Tabalong, Sahrul kepada media mengatakan buruh yang ikut peserta aksi ini hanya karyawan PT SIS ADMO. “Yang hadir hari ini sekitar kurang lebih 700 orang,” terangnya

Sahrul menyebutkan apabila permasalahan sanksi teguran lisan dan mangkir terhadap karyawan PT SIS ADMO ada unsur pindananya maka pihaknya akan menempuh jalur hukum.

“Kita akan mempelajari masalah ini, kalau memang ada unsur pidana kita akan lanjut ke jalur pidana, karena pengamatan saya dan kawan-kawan di pusat dalam permasalahan ini ada bentuk intimidasi atau diskriminasi,” sebutnya.

Bahkan mereka akan menggelar aksi damai dnegan menurunkan massa yang lebih banyak lagi, karena Ia menganggap aksi hari ini hanya “pemanasan” saja.

“Ini hanya pergerakan pemanasan, belum pergerakan sebenar-benarnya, Insyaallah kalau tanggal 9 Juni ini tidak ada berita lanjutan saya akan berangkat ke Jakarta melakukan kordinasi untuk mengkaji permasalahan ini kemungkinan selesai dari Jakarta, mungkin ada pergerakan besar,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PUK FSP-KEP SIS ADMO Tabalong, M. Riyadi juga menegaskan tuntunan yang mereka bawa agar pihak perusahaan mencabut status sanksi yang diberikan terhadap 853 karyawan yang mengikuti aksi buruh pada 1 Mei lalu.

“Kedua apabila dari pihak kementerian tenaga kerja memenangkan kami yang benar, maka kami minta dikembalikan upah atau insentif yang telah dipotong perusahaan,” pungkasnya.

(Aplikasi Kalselpos.com)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.