3 Ribuan Ton Batubara “Berpolice Line” Hilang Dicuri Penambang Liar

  • Whatsapp
HILANG-sekitar 3 ribu ton batubara berstatus barang bukti oleh polisi, lenyap diduga dicuri penambang liar di areal blok 1 Desa Rampah, Kecamatan Telaga Bauntung, Kabupaten Banjar.(fahmi de musfa)

Martapura, kalselpos.com – Memanfaatkan momen lebaran, sekitar 3 ribu ton batubara berstatus barang bukti oleh polisi, lenyap diduga dicuri penambang liar.

Ini terjadi di wilayah Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) milik PT. Antang Gunung Meratus (AGM) di areal blok 1 Desa Rampah, Kecamatan Telaga Bauntung, Kabupaten Banjar.

Bacaan Lainnya

Pencurian ribuan ton batubara tersebut diperkirakan terjadi saat lebaran Idulfitri 1442 H, di mana pada saat itu tim satgas sedang cuti dan polisi pengaman ditarik ke Mako masing-masing.

Peristiwa ini diketahui setelah patroli rutin mingguan yang melibatkan personil polisi gabungan dan tim Satuan Tugas Penambang Liar Tanpa Izin (Satgas Peti) PT AGM.

Kuasa Hukum PT. AGM, Suhardi menerangkan, barang bukti batubara tersebut mereka ketahui masih ada sampai terakhir Ramadan, tanggal 12 Mei.

“Tanggal 8 Mei kami (tim satgas) terakhir patroli rutin, batubaranya masih ada. Bahkan sesuai informasi security kami pada akhir Ramadan, 12 Mei, juga masih ada,” terangnya.

Kemudian tepat di hari lebaran 13 Mei, lanjut Suhardi, pihaknya mendapat laporan bahwa
batubara yang dipolice line penyidik Polres Banjar itu telah diangkut.

“Tanggal 14, security kami yang berjumlah tiga orang mencek kebenaran laporan tersebut. Setelah sampai di lokasi, ternyata mereka dihadang sekitar 40 orang dari Peti, tidak diberikan masuk,” papar Suhardi.

Ia melanjutkan, pada saat itu Tim Satgas Peti juga sedang cuti dan dari Pengamanan Objek Vital (Pamobvit) Polda Kalsel juga telah ditarik ke Polda untuk pengamanan lebaran.

“Di momen itu lah kami menduga para Peti mengangkut batubara yang dijadikan barang bukti ini,” imbuh Suhardi.

Sementara, Kanit I Pengamanan Objek Vital (Pamobvit) Polda Kalsel, Rokhim S mengatakan pihaknya atas perintah Mabes Polri, pada 12 sampai 16 Mei, seluruh anggota harus stanby di Mako untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan pada sebelum dan pasca-lebaran.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.