Ketua dan bendahara KONI Tabalong didakwa rugikan Negara sebesar Rp2,7 M

  • Whatsapp
[]istimewa SIDANG KORUPSI KONI TABALONG - Kasus dugaan tindak pidana korupsi, yang menyeret mantan ketua serta bendahara KONI Tabalong, yaitu HM Hilmi Apdanie dan Irwan Wahyudi, Selasa (30/3/21) siang, mulai menjalani sidang perdana mereka di Pengadilan Tipikor Banjarmasin.

Banjarmasin, kalselpos.com – Kasus dugaan tindak pidana korupsi, yang menyeret mantan ketua serta bendahara KONI Tabalong, yaitu HM Hilmi Apdanie dan Irwan Wahyudi, Selasa (30/3/21) siang, menjalani sidang perdananya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banjarmasin.
Persidangan yang dilakukan secara virtual tersebut, beragendakan pembacaan dakwaan dari tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Kalsel, Harwanto SH dan Adi Rifani SH MH dari Kejati Kalsel.
Dalam berkas dakwaannya di depan majelis hakim yang diketuai Daru Swastika Rini SH dengan anggotanya Fauzi SH MH dan A Gawi SH MH, JPU mendakwa HM Hilmi Apdanie dan Irwan Wahyudi diduga tidak dapat mempertanggungjawabkan pengunaan hibah KONI sebesar Rp2,7 miliar dari Rp10,18 miliar, sebagaimana hasil audit BPKP pada kegiatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalsel tahun 2017 silam.
Kerugian negara diakibatkan perbuatan kedua terdakwa, yang melakukan kegiatan di luar penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). “Kerugian sebesar Rp2,7 miliar, ini berdasarkan perhitungan BPKP Kalsel,” ungkap JPU, Harwanto SH.