Save Meratus

Oleh : Randu

Berada di puncak pegunungan Meratus, Haji Denny Indrayana memproklamirkan subjek yang menjadi narasi besar pencalonannya di Pilgub 2020 ini:Save Meratus. Sebuah gerakan penyelamatan Banua dari ekstraksi sumber daya alam, utamanya batubara.

Bacaan Lainnya

Batubara adalah tema kampanye yang tidak umum dalam setiap pilkada di VKalsel. Kebanyakan kandidat akan menghindari topik yang sensitif ini karena menyadari kuasa yang besar dari para taipan di baliknya. Uang yang beredar terlalu banyak sehingga masuk akal itu bisa mengontrol kekuasaan.

Denny menyadari celah itu dan dia memainkan politik cerdas. Dia mendaki gunung setinggi 1000 kaki di Meratus dan dengan berani menatap langsung ke wajah persoalan Banua yang sebenarnya: alokasi sumber daya alam yang tidak adil.

Selama puluhan tahun, Rakyat Kalsel menderita karena ‘kutukan sumber daya alam’. Bisnis ini hanya menguntungkan segelintir orang sementara sebagian besar kabupaten telah tercemar dengan kualitas lingkungan dan indikator pembangunan manusia yang buruk.

Tapi apakah Denny bisa membenahi masalah itu? Saya tidak terlalu yakin. Kuasa batubara ini sayangnya tidak ditentukan dari pondok-pondok di Meratus atau dari ruangan pejabat di daerah. Ini ditentukan dari lobi-lobi para rent-seeker di meja-meja pejabat-politisi di Jakarta.

Ada begitu banyak kepentingan. Anda mungkin akan kaget jika mengetahui orang-orang kaya yang kita kenal di televisi setidaknya punya satu usaha pertambangan di Kalsel. Sandiaga Uno, calon wakil presiden dari Partai yang mengusung Denny sekarang memiliki saham di Adaro, perusahaan tambang terbesar yang beroperasi di Balangan-Tabalong.

Untuk semakin memperumitnya, rakyat Kalsel sendiri punya andil dalam usaha percepatan perusakan alam ini. Apa yang jarang dilihat oleh para aktivis lingkungan adalah Save Meratus bukan hanya cita-cita abstrak untuk melestarikan hutan, gunung, sungai, dan spesies di dalamnya, tetapi juga berarti menjaga mata pencaharian, tradisi dan budaya yang terancam, bahasa, dan -di atas segalanya- kesehatan dan kesejahteraan orang-orang terpinggirkan di sana.

Anda tidak bisa melindungi lingkungan, jika para penduduk lokal sendiri ingin menjual kebun dan hutannya karena penghidupannya terancam. Anda tidak bisa menahan masuknya korporasi, jika para penduduk setempat mendambakan fee lahan atau setidaknya gaji dari perusahaan tambang.

Jika Anda ingin melindungi banua dari para predator yang datang dengan janji kemakmuran, Anda harus mencari jalan keluar agar mereka tidak bergantung pada kapitalisasi sumber daya alam.

Itulah mengapa Save Meratus idealnya tidak hanya menjual romantisme perlawanan daerah atas pusat, tetapi juga harus menjadi bagian dari kampanya untuk membangkitkan kesadaran ekologis, usaha untuk kemandirian dan diversifikasi sektor ekonomi daerah, serta dorongan bagi kebijakan yang berpihak pada sektor energi bersih dan terbarukan–secara nasional.

Batu bara saat ini masih menjadi kepentingan negara. Dia menghidupkan listrik yang Anda nikmati saat Anda membaca postingan ini di gawai Anda. Dia juga masih menjadi fondasi ketahanan energi nasional dan dianggap sebagai salah satu usaha siap keruk yang mudah untuk membangkitkan sektor perekonomian yang saat ini lesu karena pandemi.

Ditilik dari sudut itu, menjaga sumber daya alam Kalsel bukan kerja yang mudah, yang bisa disampaikan dalam satu-dua demo atau pembacaan puisi di puncak gunung. Itu setidaknya perlu tenaga dorong raksasa yang ril bekerja di level satu di istana.

Saya tidak yakin Denny bakal bisa, itu terus terang di luar kuasanya. Mungkin lebih realistis jika Denny lebih banyak berbicara tentang pengembangan sektor pertambangan tanpa mengorbankan lingkungan dan kepentingan publik, atau mendorong pembagian alokasi sumber daya alam yang adil antara pusat dan daerah.

Apapun itu, setidaknya Haji Denny telah memberi nuansa baru dalam kampanye politik di kalsel. Hal baik yang bisa ditarik dari majunya Denny sebagai kandidat Gubernur di pilkada kali ini adalah dia tidak bermain aman dengan semua retorika kampanyenya.

Sayangnya, sejauh ini, hanya itu yang bisa kita baca.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Kalselpos
Banjarmasin, 17
Oktober 2020