Paman Yani Yakinkan Prosfek Jamkrida Meningkat

Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi

Banjarmasin, kalselpos.com – Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi sangat berharap PT Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida) milik Pemprov Kalsel ini bisa semakin tumbuh dan berkembang, seiring pesatnya pertumbuhan Bank Kalsel.

Karena itu komisi membidangi ekonomi dan keuangan ini sangat mendukung rencana penambahan penyertaan modal yang sudah diusulkan PT Jamkrida Kalsel.

Bacaan Lainnya

Mengingat kondisi keuangan daerah terdampak Covid-19, maka dewan sepakat untuk menyuntikan dana bertahap senilai Rp 45 miliar dari sisa pemenuhan syarat permodalan sebesar Rp 200 miliar.

”Kita ada pertemuan dengan PT Jamkrida membahas ini, tapi karena kondisi keuangan cukup sulit, maka yang bisa di penuhi hanya 45 miliar,” ujar HM Yani Helmi, kepada kalselpos.com, Selasa (28/7/20)

Untuk mendorong hal ini, dirinya siap untuk roadshow ke kabupaten-kabupaten untuk mensosialisasikan dan menyakinkan kepala daerah bahwa prospek PT Jamkrida bisa lebih optimal lagi, khususnya untuk menjangkau dalam mengcover penjaminan UMKM seiring pesatnya laju perkembangan Bank Kalsel.

”Kita juga tidak ingin Jamkrida ini dipandang sebelah mata, dari kecukupan modal juga harus diperkuat karena ujungnya untuk PAD,” tambahnya.

Kemudian lanjut pria yang akrab di sapa Paman Yani ini, untuk mendorong PT Jamkrida menjadi besar dan menjadi tuan rumah di daerah sendiri, kami berharap semua kabupaten dan kota bisa melakukan penyertaan modalnya seperti pada bank Kalsel sehingga bisa terus mendukung seluruh sektor usaha kecil yang ada.

Sebelumnya Plt Dirut PT Jamkrida, Suyanto menjelaskan, PT Jamkrida harus memenuhi syarat kecukupan modal sesuai Perda 15/2012, yaitu sebesar Rp 200 miliar.

Sejak berdiri pada tahun 2014 hingga sekarang modal baru senilai Rp 70 miliar, dengan aset yang dimiliki hingga Maret 2020 tumbuh jadi Rp 136 miliar lebih meningkat 200 persen lebih.

”Jadi dengan modal Rp 70 miliar aset kita sekarang tumbuh jadi 136 miliar lebih,” sebut Suyanto.

Untuk lembaga penjaminan, imbuh Suyanto lagi, yang jadi indikator kinerja adalah,1 aset, 2 UMKM yang dicover, 3 serapan tenaga kerja.

Adapun untuk penjaminan yang sudah dilakukan pada tahun 2019 sebanyak 8.893.

“Dengan serapan tenaga kerja sebanyak 21.804 orang. Kemudian, hingga Maret 2020 penjaminan bertambah sebanyak 1.270 dengan serapan tenaga kerja 2.415 orang,” pungkasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Sidik Alponso
Editor : Muliadi