DLH Banjarmasin Ambil Sampel Limbah Pencemar Sungai KM 2

  • Whatsapp
Pengambilan sampel air yang diduga tercemar tumpahan oli bekas oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin (Fudail)

Banjarmasin, kalselpos.com – Setelah postingan gambar kondisi sungai yang tercemar tumpahan oli bekas di kawasan Jalan A Yani Km 2, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin viral dan menghebohkan pengguna medsos di Kota Baiman itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kita Banjarmasin langsung terjun ke lokasi untuk melakukan pengecekkan awal.

Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan, DLH kota Banjarmasin, Wahyu Hardi Cahyono mengatakan, pengecekkan awal ini bertujuan untuk mengambil sampel sekaligus mencari dugaan awal sumber dari cemaran oli bekas yang membuat kotor aliran sungai.

Advertisements

Bacaan Lainnya

“Kita tadi langsung mengecek beberapa saluran yang ada di sekitarnya, tidak ada temuan bekas pembuangan limbah oli itu ini,” ucapnya pada awak media usai pengambilan sampel limbah pencemar sungai. Selasa (21/07/2020) siang.

Menurutnya, limbah yang terdapat di aliran sungai yang berlokasi tepat di depan Showroom Suzuki Mobil Banjarmasin itu sudah lama adanya. Pasalnya cemaran yang terlihat dari limbah oli bekas tersebut sudah bercampur dengan lumpur.

“Itu yang mengakibatkan air sungai menjadi coklat kehitam-hitaman, bahkan menimbulkan bau yang tidak sedap,” ujarnya.

Sehingga, pihaknya memilih untuk mengambil sampel dari cemaran air sungai yang menjadi keluhan warga tersebut untuk dilakukan penelitian lebih lanjut di laboratorium.

“Sampel yang sudah kita ambil ini nanti kita periksa di laboratorium untuk memastikan apakah ada kandungan oli bekas atau limbah B3 didalamnya,” jelasnya.

Kabid dengan sapaan Wahyu itu menjelaskan, hasil penelitian smpel air limbah ini akan keluar dalam seminggu kedepan.

“Kalau dilihat langsung dari kasat mata memang terlihat seperti limbah oli bekas yang mengendap di aliran sungai, tapi kita tidak bisa langsung berspekulasi seperti itu,” tukasnya.

Pasalnya, Wahyu menambahkan, dari penelusuran awal pihaknya belum menemukan sumber dari mana limbah tersebut berasal.

“Tadi sudah kita periksa beberapa sumber yang diduga sebagai sumber yang mengalirkan limbah ini ke sungai. Namun ternyata belum terbuti,” tandasnya.

Sebelumnya, Salah satu warga yang tinggal berdekatan dengan aliran sungai itu, Joice Veronica mengaku, adanya limbah oli bekas ini sangat mengganggu kenyamanan warga.

“Pencemaran limbah ini cukup sudah lama terjadi di sungai ini, bahkan sudah mengendap disitu. Mungkin karena selama ini tidak ada hujan, makanya baru kelihatan dan baru saja menimbulkan bau yang tidak sedap,” imbuhnya.

Selain itu, ia menganggap kondisi air sungai yang tercemar ini membuat keindahan Kota yang dikenal dengan sebutan Kota Seribu Sungai menjadi rusak.

“Malah ini bisa membuat habitat hewan yang ada disana bisa rusak,” uajrnya

Ia menuturkan, biasanya setiap pagi ibu rumah tangga ini rutin nlmenyiram tanaman dimuka halaman dan sering melihat hewan seperti biyawak berjemur di sungai itu. “Sekarang sudah tidak lagi terlihat,” tandasnya.

kalselpos.com : Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Banjarmasin Kalsel Kalimantan Nasional dan Dunia

Penulis : Fudail
Editor : Zakiri

Advertisements

Tinggalkan Balasan