Ditetapkan Tersangka, Pembacok Ayah Kandung di HST akan Diobservasi Kejiwaannya

ML pelaku pembunuhan terhadap ayah kandung sendiri.(ist)

Barabai, kalselpos.com – Publik kembali digemparkan atas kejadian. Seorang pemuda pengangguran berinisial ML (32), yang tega membunuh dengan cara membacok ayah kandungnya sendiri yang bernama Salimi dengan sebilah pisau.

Peristiwa ini terjadi di Desa Awang Baru, Kecamatan Batang Alai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) tepatnya di dalam rumah korban, pada Sabtu (18/7).

Bacaan Lainnya

Dari hasil keterangan Kepolisian, yang masih mendalami kejadian ini. Pelaku ML (32) telah ditetapkan tersangka, atas perbuatannya.

“Ya benar, pelaku ML (32) sudah ditetapkan tersangka dan diamankan di Polres HST bersama dengan barang bukti lainnya berupa, 1 bilah pisau lengkap dengan kompang terbuat dari kayu warna coklat, 1 lembar baju kaos warna biru dan 1 lembar sarung dengan motif kotak-kotak, ” ungkap Kapolres HST AKBP Danang Widaryanto melalui Ps. Paur Subbag Humas, Aipda M. Husaini saat di hubungi via WhatsApp, Minggu sore (19/07).

Terkait adanya dugaan gangguan kejiwaan. Kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut lanjut.

“ML (32) rencananya akan diobservasi dulu ke Rumah sakit Kandangan. Sehingga kita juga menunggu hasilnya. Rencananya Senin atau Selasa di Observasi,” terang Husaini.

Sebelumnya, korban si ayah kandung dari pelaku saat ditemukan, sudah tidak bernyawa dan terdapat luka serius pada tubuhnya, yaitu di bagian leher dan perut.

Kapolres HST AKBP Danang Widaryanto melalui Ps. Paur Subbag Humas, Aipda M. Husaini mengungkapkan, pelaku yang merupakan masih anak kandungnya sendiri itu tega melakukan tindakan tercela kepada ayahnya hanya dikarenakan tidak diberi uang untuk membeli velg motor.

“Untuk sementara dari pengakuan pelaku, ia membunuh ayahnya hanya karena merasa kesal tidak diberi uang untuk membeli velg motor seharga Rp 1 Juta,” ucapnya pada awak media.

Kendati kasus ini tetap akan diproses hukum, namun pihaknya akan melakukan pendalaman terlebih dahulu mengenai kondisi kejiwaan pelaku hingga tega melakukan perbuatan keji yang membuat ayah kandungnya sendiri meninggal dunia.

“Pelaku akan kita bawa dulu ke dokter ahli kejiwaan, jika memang terdapat gangguan jiwa, ada kemungkinan dia (pelaku) akan direhabilitasi di Rumah Sakit Jiwa. Kasus ini masih kita dalami,” tadasnya.

kalselpos.com : Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Banjarmasin Kalsel Kalimantan Nasional dan Dunia

Penulis : adiyat
Editor : wandi

Pos terkait