Waktu itu Riska masih kecil, memiliki panjang sekitar satu meter.
Karena dianggap tidak mengganggu, Riska kecil pun dibiarkan Ambo begitu saja.
Namun, buaya tersebut justru mengikutinya hingga di rumah, lalu diberi makan. Sejak saat itulah Riska selalu mendatangi rumah Ambo di Muara Sungai Kelurahan Guntung RT 002 Bontang, untuk minta makan.
Saat ini Riska sudah besar dengan ukuran panjang badan empat meter, lebar kurang lebih setengah meter.
Selama puluhan tahun bersahabat dengan buaya tersebut, Ambo mengaku belum pernah diserang atau dilukai.
Bahkan kata Ambo, awalnya tidak menyangka bisa bersahabat dengan Riska yang seringkali bermain dan memandikannya layaknya anak sendiri.
Rasa takut ada ketika berdekatan dengan Riska ujar Ambo, tapi karena sudah dianggap sebagai anak sendiri, dari kecil dipelihara dan sering dielus-elus dan dimandikan digosok bagian belakangnya.
“Rasa saling menyayanngi. Kami semacam sudah ada ikatan batin, kami sering komunikasi lewat mimpi,” aku Ambo.
Ambo pun selalu berpesan kepada warga sekitar untuk tidak melukai Riska.
Jika dia muncul ke permukaan atau mendekati perahu warga, berarti ia minta untuk diberikan makan.
Terutama kepada para nelayan sehabis melaut, Riska kadang menghampiri perahu nelayan untuk diberi makan ikan oleh nelayan.
Pemberian nama Riska itupun ada ceritanya ungkap Ambo, nama Riska itu diberikan bermula dari mimpi istrinya.
Istrinya mengaku bermimpi didatangi buaya. Dalam mimpi itu menyebut kalau namanya adalah Riska.
Ambo juga mengatakan keberadaan Riska memang membuat sebagian masyarakat khawatir.
Apalagi sejak beberapa waktu lalu ada upaya dari pemerintah untuk memindahkan buaya-buaya ini dari Desa Guntung.
Namun, bagi warga, kata Ambo, buaya itu adalah tetangga dan teman hidup.
Selama ini baik-baik saja dan hidup berdampingan dengan mereka.
Apalagi Riska, menurut warga setempat menjadi pelindung dari gangguan teman-temannya yang mungkin masih buas. Jadi wajar jika banyak masyarakat di sini yang menolak relokasi Riska.
“Saya orang pertama yang menentang jika Riska dipindahkan,” tegas Ambo.
kalselpos.com : Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Banjarmasin Kalsel Kalimantan Nasional dan Dunia
Editor: Bambang CE
Sumber: Net/ *





