Eks Pemred Banjarhits.id resmi masuk Rutan

  • Whatsapp
AJUKAN PENANGGUHAN PENAHANAN - Eks Pemred Banjarhits.id, Diananta Putra S bersama kuasa hukumnya Bujino A Salan saat mengajukan permohan penangguhan penahanan kepada penyidik Ditkrimsus Polda Kalsel, di Aspol Bina Brata Banjarmasin, Senin (4/5) siang.

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Eks Pemimpin Redaksi (Pemred) Banjarhits.id (Partner 1001 media kumparan), Diananta Putra Sumedi, resmi menghuni sel di rumah tahanan (rutan) Polda Kalsel, Senin (4/5) petang.

Mantan pemred yang akrab disapa Nanta, itu ditahan atas dugaan ujaran kebencian yang membuat dirinya harus ditahan hingga 20 hari ke depan.

Bacaan Lainnya

Wartawan senior bertubuh ceking, ini ditetapkan sebagai tersangka UU ITE terkait tulisannya berbau tendensius berjudul, Tanah dirampas Jhonlin, Dayak mengaku ke Polda Kalsel.

“Terhitung mulai hari ini aku resmi ditahan di Rutan Polda Kalsel selama 20 hari ke depan,” ucapnya pada kalselpos.com, usai 4 jam dicecar pertanyaan oleh petugas sebagai tersangka di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Kalsel.

Hal itu tentu sangat mengecewakan bagi Nanta, yang sebelum sempat mengajukan penangguhan tahanan, namun tidak diterima oleh petugas, lantaran ditakutkan akan mengulangi perbuatan, kabur atau lari dari kasus tersebut dan menghilangkan barang bukti.

“Tentu ini sangat mengecewakan bagi saya. Apalagi, saya menjadi tulang punggung keluarga, saya juga khawatir dengan kondisi di tengah pandemi Corona,” ujarnya.

Selain itu, hal yang juga sangat disayangkannya, ketika saat ini masih dalam momen peringatan Hari Kebebasan Pers Internasional, ada seorang jurnalis yang harus ditahan. “Tentu ini sudah menciderai momen kebebasan pers yang kemarin baru saja diperingati, ini termasuk wujud kriminalisasi pers,” ucap Nanta.

 

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan

Selatan dan Nasional

 

Selanjutnya, pria yang dikenal dengan tampilan rambut gondrongnya itubersama kuasa hukumnya, Bujino A Salan tetap akan meminta penangguhan penahanan, sekaligus mengancam akan melaporkan balik si pelapor dengan dugaan pencemaran nama baik dan fitnah.

“Saat ini kita akan mengikuti hukum yang berlaku. Ada kemungkinan nanti akan melaporkan balik pelapor terkait dugaan kriminalisasi pers,” pungkas Nanta.

Sebelumnya, mantan Pemred Banjarhits.id itu dilaporkan oleh pengadu atas nama Sukirman, dari Majelis Umat Kepercayaan Kaharingan atas berita yang diduga bermuatan SARA dengan berita yang diunggah melalui saluran banjarhits.id, 9 November 2019 silam, dengan judul Tanah dirampas Jhonlin, Dayak mengadu ke Polda Kalsel.

Karena berita itu dinilai menimbulkan kebencian dan kental bermuatan SARA, lantas Sukirman melaporkan kasusnya ke Polda Kalsel untuk diusut lebih lanjut dengan aduan UU ITE.

Sementara itu, kuasa hukum Diananta, Bujino A Salan menambahkan, pihaknya sudah mendapatkan syarat pemanggilan kliennya dengan status sebagai tersangka pada 28 April 2020 lalu, yang merujuk pengalihan status dari saksi menjadi tersangka.

“Artinya hari ini dimulainya penyidikan dengan disampaikannya SPDP atau Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan,” jelas pengacara senior berpenampilan parlente ini.

Penulis : Zakiri
Penanggungjawab : SA Lingga

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

 

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan

Selatan dan Nasional

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.