Sebarkan berita Hoaks soal Beras Beracun di Medsos, Warga Tanbu terpaksa Meringkuk di sel Tahanan Polisi

Foto :  []Fauzie PERLIHATKAN BUKTI - Direktur Reskrimsus Polda Kalsel, Kombes Pol M Gafur Aditya Siregar menunjukkan barang bukti pelaku penyebar informasi hoaks, Senin (20/5) siang.(kalselpos.com)

Banjarmasin, kalselpos.com – Jika dahulu pepatah mengatakan “Mulutmu Harimaumu” maka di zaman seperti sekarang ini yang tepat “Jarimu Harimaumu.” Ya lantaran postingan di media sosial, MH (39), warga Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) harus berurusan dengan hukum dan meringkuk di sel tahanan polisi.

 

Bacaan Lainnya

Dirinya ditangkap tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalsel di rumahnya, pada Kamis (16/5/2024) lalu.

 

Awalnya melalui Postingannya di medsos yaitu Facebooknya bernama M Husni JR, MH membagikan atau memposting berita tidak benar alias hoaks. Isinya menyampaikan adanya beras beracun dari China.

 

“Pelaku memposting dengan menyebarkan berita tidak benar yang menimbulkan penghasutan, kebencian tentang adanya berita 1 juta ton beras plastik beracun dari Cina,” beber Direktur Ditreskrimsus Polda Kalsel, Kombes Pol M Gafur Aditya Siregar, saat rilis kasus ini, Senin (20/5) siang.

 

Pelaku dalam postinganya menuliskan, “Waspada beras beracun 1 juta ton dari Cina”. Postingan video itu dibuatnya pada 2 Mei lalu, sekitar pukul 2.14 siang.

 

“Memang niatnya baik, tapi tidak ada dan tidak benar. Malah menimbulkan penghasuatan karena beritanya tidak benar atau hoaks,” terangnya.

 

Atas postingan itu, dia terancam pidana penjara selama 6 tahun dan denda sebanyak Rp1 miliar.

 

“Pelaku dijerat Pasal 45A ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektoronik,” papar Gafur.

 

Sisi lain, Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Adam Irwindi meminta agar masyarakat lebih berhati-hati, lebih bijak dan cerdas dalam menggunakan medsos.

 

“Silakan kalau menemukan informasi tidak jelas untuk mengklarifikasi melalui akun media sosial Bidang Humas Polda Kalsel dan akun cyber crime milik Direskrimsus Polda Kalsel,” pesannya.

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait