Marabahan, kalselpos.com – Pemkab Barito Kuala (Batola), Provinsi Kalimantan Selatan kerja keras menghasilkan generasi yang sehat bebas dari stunting.
Sekda Pemkab Batola, Ir. H. Zulkipli Yadi Noor, M.Sc pada rapat koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dan rembuk stunting kabupaten di Hotel Royal Jelita Banjarmasin, Senin (26/2) mengungkapkan, bahwa
berdasarkan survei EPPBGM Januari 2024 stunting di Batola diangka 10,39% dibawah 14% target pemerintah tahun 2024.
Jika dibandingkan dengan angka SSGI tahun 2022 Batola di angka 33,6%.
Dikatakannya, harus diingat survei EPPBGM tidak ‘apple to apple’ dengan SSGI yang jadi patokan pemerintah pusat.
“Kita tidak berbicara data lagi, tapi lebih fokus apa yang kita lakukan dan perbaikan kedepan. Teori intervensi sensitif dan spesifik telah kita semua pahami, tapi masih ada yang perlu kita kuatkan sehingga penurunan stunting di Batola terjadi seperti yang diharapkan,” ujarnya.
Zulkipli selaku ketua TPPS paparkan data rekap stunting per kecamatan hingga data alokasi anggaran kegiatan posyandu tingkat desa/kelurahan.
Menurutnya, stunting juga berkaitan erat dengan fasilitas kesehatan.
“Tim Penurunan Stunting tingkat Kecamatan harus lebih bergerak dan meningkatkan kepedulian terhadap penanganan di posyandu,” tukasnya.
Zulkipli juga apresiasi capaian penimbangan tertinggi posyandu di kecamatan Anjir Pasar dan Anjir Muara.
Mengutip ungkapan Albert Einstein”insanity : doing the same thing over and over again and expecting different results” Zulkipli memotivasi Satgas TPPS terus mengupayakan perbaikan dan mengevaluasi apa yang sudah dilakukan untuk meraih keberhasilan penurunan stunting Batola.
Turut mendukung percepatan penurunan stunting, Kepala Diskominfo Hery Sasmita sampaikan pula perkembangan penggunaan aplikasi pemantauan stunting ‘Lantingkuu Batola’ yang telah digunakan oleh 387 kader posyandu untuk pelaporan data pemeriksan anak.
“Harapannya aplikasi Lantingkuu digunakan dalam rangka kemudahan pemantauan angka stunting melalui Handphone, sehingga siapa saja tahu perkembangan stunting,” ujarnya.
Tidak diam menunggu hasil SSGI tahun 2023 yang akan keluar di bulan maret nanti, Pemkab Barito kuala terus melaksanakan rembuk stunting di 17 Kecamatan yang dilaksanakan dari Februari hingga Maret.
Dalam kesempatan itu, Furqan, SH selaku Kepala DPPKBP3A mengungkapkan, bahwa rembuk stunting dilaksanakan dalam rangka untuk membangun kesepakatan dan komitmen bersama Pemkab Batola, stakeholder dan masyarakat dalam melaksanakan percepatan penurunan stunting.
Rakor penurunan stunting turut dihadiri Asisten, Staf Ahli, Kepala SKPD, Camat, Kepala puskesmas, Kepala KUA, Baznas dan penyuluh KB se-kabupaten Barito Kuala.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





