Bupati Kotim Sebut Peningkatan Status Karhutla Masih Dikaji

Teks foto: Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor memantau kebakaran lahan di Jalan Pramuka, Sampit, Selasa (5/9/2023). (Foto: Ist/Diskominfo Kotim)

Sampit, kalselpos.com
Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor mengatakan, pihaknya masih mengkaji situasi saat ini terkait kemungkinan opsi meningkatkan status penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dari Siaga menjadi Tanggap Darurat.

Hal itu lantaran karhutla masih marak terjadi di Sampit dan sejumlah kecamatan. Hujan yang sempat turun beberapa hari, belum mampu membuat karhutla berakhir.

Bacaan Lainnya

“BPBD masih mengkaji situasi ini. Pencemaran udara sudah turun (membaik), polusi udara sudah turun dari kemarin. Tetapi kaitan dengan terjadinya kebakaran di daerah permukiman, apakah status kita harus naik tanggap darurat atau tetap siaga,” kata Halikinnor, Minggu (10/9/2023).

Pemerintah Kabupaten Kotim telah menetapkan status siaga darurat karhutla di Kotim sejak 23 Mei 2023 lalu.

Pemerintah daerah masih mengevaluasi kemampuan personel dan peralatan dalam menangani kebakaran yang terjadi. Saat ini armada di wilayah Samuda atau selatan juga digeser ke kota untuk mengoptimalkan pemadaman kebakaran.

Halikinnor meminta masyarakat juga peduli dan segera memadamkan jika melihat ada kebakaran lahan, khususnya di sekitar tempat tinggal mereka. Tujuannya agar kebakaran tidak sampai meluas.

Dia juga sudah menginstruksikan seluruh satuan organisasi perangkat daerah membantu upaya pemadaman kebakaran lahan. Setiap instansi menyiagakan satu tim yang berbekal tandon air untuk memasok air kepada petugas di lokasi kebakaran sehingga upaya pemadaman diharapkan lebih maksimal.

“Ini (status) masih kita evaluasi dan dikaji. Kita akan sesuaikan dengan keperluan di lapangan dengan harapan penanggulangan kebakaran lahan ini lebih cepat dan maksimal,” demikian Halikinnor.

Selasa lalu, Halikinnor bersama Sekretaris Daerah Fajrurrahman memantau pemadaman kebakaran lahan di Jalan Pramuka. Dia juga sempat berbincang meminta informasi terkait pemilik lahan yang terbakar.

Hingga saat ini kebakaran masih marak terjadi, khususnya di Kota Sampit yang meliputi Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang. Sebagian kebakaran terjadi pada lahan kosong dekat permukiman sehingga membuat cemas masyarakat.

Menurut Halikinnor, semak belukar semakin kering sehingga sangat mudah terbakar. Dari beberapa kejadian, kebakaran diduga ada faktor kesengajaan namun perlu penyelidikan.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait