8 Kecamatan di HSU ‘Tergenang’ air Luapan Sungai Nagara

Amuntai, kalselpos.com – Intensitas hujan tinggi yang melanda Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dalam beberapa hari terakhir, berdampak kenaikan debit air.

Apalagi, kondisi tersebut dengan luapan Sungai Negara, hingga menyebabkan beberapa kecamatan terdampak banjir air kiriman.

Bacaan Lainnya

Akibatnya, sebanyak delapan kecamatan terdampak, dari sepuluh kecamatan yang ada di Kabupaten HSU.

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten HSU sendiri, mengaku telah memantau kondisi terkini melalui Early Warning System (EWS) yang ada di Pusdalops, dan terpantau memang mengalami kenaikan.

Sementara, ruas jalan di wilayah Kota Amuntai juga mulai digenangi air luapan dari Sungai Nagara.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD HSU, Moch Arifil, Selasa, (28/02) siang, mengatakan, pihaknya telah bersiaga dan mulai melakukan pendataan terkait sejumlah kecamatan dan fasilitas umum, juga pendidikan yang ikut terendam banjir.

“Memang ada kenaikan air yang cukup signifikan dari tadi malam, sehingga menyebabkan beberapa genangan di beberapa pemukiman masyarakat, tetapi tidak terdampak di semua kecamatan,” ungkapnya.

Terkait perkembangan kondisi banjir di Kabupaten HSU, pihak BPBD telah menurunkan relawan dari Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lapangan untuk meng-update dampak banjir.

Banjir di Kabupaten HSU, selain diakibatkan intensitas hujan yang tinggi, juga ada dampak dari kiriman air dari Sungai Tabalong dan Balangan, sehingga mengakibatkan luapan sungai kali nagara.

Akibat banjir di Kabupaten HSU, sebanyak delapan kecamatan terdampak, dari sepuluh kecamatan di Kabupaten HSU.

Sedang desa terdampak 54 desa, rumah 482 buah, KK 589, jiwa 1.725, fasilitas pendidikan 14 buah, fasilitas umum tiga, berupa Pasar Alabio, Kantor Desa Harusan Telaga, Kantor Desa Hambuku Pasar, serta fasilitas kesehatan yakni Posyandu Sungai Pandan Hilir.

Hal ini berdasarkan data yang direkap sementara oleh BPBD Kabupaten HSU, pada Selasa sore.

“Kalau, KK dan jiwa terbanyak di Kecamatan Banjang, sedangkan rumah dan desa terbanyak di Kecamatan Amuntai Selatan. Untuk fasilitas pendidikan, masih halaman saja belum sampai masuk ke ruangan kelas,” imbuhnya.

Pihaknya akan terus memantau kondisi perkembangan debit air dan terdampak di Kabupaten HSU.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait