Diduga mangkrak, Proyek irigasi Kinarum senilai Rp14 M kini ditangani Kejari Tabalong

PROYEK MANGKRAK - Proyek pekerjaan pembangunan Jaringan Daerah Irigasi Kinarum seluas 1.004 hektare di Kabupaten Tabalong oleh Dinas PUPR Kalsel yang diduga mangkrak,hingga ditangani pihak Kejaksaan Negeri setempat.s.a linggas.a lingga

Tanjung, kalselpos.com– Adanya indikasi tindak pidana korupsi pada realisasi proyek pekerjaan pembangunan Jaringan Daerah Irigasi Kinarum seluas 1.004 hektare di Kabupaten Tabalong oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel bersama penyedia barang dan jasa, yakni PT DPP yang beralamat di Kota Samarinda, Kaltim, kini ditangani pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat.

Proyek dengan nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp14.527.902.439 dengan harga penawaran sebesar
Rp10.502.661.781, ini diduga mangkrak dengan progres pekerjaan sekitar 96,08 persen, sehingga dilakukan pemutusan kontrak.

Bacaan Lainnya

Dari informasi yang diperoleh, proyek tersebut rencananya di lahan seluas 1.004 hektare yang dapat mengairi empat desa, yaitu Kinarum, Pangelak, Marindi dan Wirang.

Alasan tidak selesainya pengerjaan fisik tersebut, dikarenakan cuaca yang tak mendukung, sehingga terpaksa diputus kontrak. Proyek ini merupakan proyek lanjutan kegiatan tahun anggaran 2020 dan dibiayai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2021.

Ada empat desa yang nanti dicakup irigasi dari Bendung Kinarum yakni Desa Kinarum, Desa Pangelak, Desa Marindi dan Desa Wirang. Untuk tahun 2021, lokasi pekerjaan meliputi dua desa, yakni Desa Marindi dan Desa Pangelak.

Kasi Pidsus Kejari Tabalong, Andi Hamzah Kusuma Atmaja SH saat dikonfirmasi via WA,Senin (21/11/22) lalu, membenarkan kasus dugaan mangkraknya pembangunan Jaringan Daerah Irigasi Kinarum di Kabupaten Tabalong APBD tahun 2021 kini tengah ditangani pihaknya.

“Betul, objeknya pembangunan Jaringan Daerah Irigasi Kinarum melibatkan Dinas PUPR Kalsel bidang sumber daya air, dan penanganan kasus atau perkara sudah tahap penyidikan umum (Dik Umum),” ungkapnya.

Menurutnya, penyidikan umum telah dimulai sekitar tiga bulan lalu dan sudah ada calon tersangkanya. “Moga-moga dalam bulan ini kita sudah bisa menetapkan tersangkanya, yaitu pada saat tahap Penyidikan Khusus (Dik khusus),” tegasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kalsel, Masrai Zulzai Subkhi Nedzar, STbMT yang dicoba dikonfirmasi via HP, hingga berita ini diterbitkan tidak memberikan jawaban.

Sport.kalselpos.com

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait