Generasi Z di Amerika Serikat Lebih Khawatirkan Kekerasan Bersenjata Dibanding Perubahan Iklim

Ilustrasi - Kekerasan bersenjata di Amerika Serikat.(ist/net)

kalselpos.com – Sebanyak 30 persen kalangan remaja dan dewasa muda di Amerika Serikat (AS) pernah mengalami sendiri kekerasan bersenjata dan seperempat lainnya (24 persen) memiliki teman atau anggota keluarga yang pernah mengalami hal tersebut.

Demikian menurut hasil survei “Wawasan Senjata dan Budaya pada Generasi Z” (Gen Z Gun and Culture Insights) yang dirilis pada Rabu (28/9).

Bacaan Lainnya

Lebih dari seperempat (28 persen) mengatakan bahwa mereka sendiri atau teman atau anggota keluarga pernah ditembak, dan di kalangan anak muda kulit hitam dan Latin.

Kemudian lebih dari 60 persen memiliki pengalaman pribadi dengan kekerasan bersenjata atau mengetahui seseorang yang memiliki pengalaman serupa, kata survei itu.

“Generasi Z menempatkan kekerasan bersenjata sebagai masalah yang lebih besar dibandingkan perubahan iklim atau akses aborsi,” urai survei yang dilakukan Global Strategy Group dan menyurvei 1.000 warga AS berusia 13 hingga 25 tahun.

“Mayoritas kalangan muda memercayai mitos bahwa memiliki senjata membuat mereka lebih aman, dan mitos itu memicu kenaikan tingkat kepemilikan senjata api, dan lebih lanjut lagi, kematian akibat senjata api di seluruh negara tersebut,” ujar Nina Vinik, pendiri sekaligus direktur eksekutif Project Unloaded, sebuah organisasi yang mengubah narasi budaya soal kekerasan bersenjata api dan keselamatan terkait senjata api.

“Kendati demikian, masih ada alasan untuk bisa berharap. Ketika dihadapkan dengan fakta tentang risiko penggunaan senjata, kaum muda di semua kelompok demografis mengubah pandangan mereka tentang menganggap senjata sebagai alat perlindungan. Penelitian itu menunjukkan bahwa masih mungkin mengubah budaya seputar senjata api, dan itu akan menyelamatkan nyawa,” imbuh Vinik.

 

Sport.kalselpos.com

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait