Masyarakat Desa Batang Kulur HSS terus pertahankan Tradisi Batumbang

Pelaksanaan Tradisi Batumbang Apam di Desa Batang Kulur Kanan HSS. Ahmad Fauzi(kalselpos.com)

Kandangan, kalselpos.com -Masyarkat suku Banjar yang berada di pelosok Hulu Sungai Kalimantan Selatan kerap menggelar upacara tradisi Batumbang Apam di Hari Raya Idul Fitri. Tradisi yang hanya dilaksankan saat lebaran Idul Fitri dan Idul Adha ini mempunyai makna sebagai wujud rasa syukur kepada Sang Pencipta.

Bacaan Lainnya

Seperti pada lebaran hari kedua Idul Fitri 1443 H, Selasa (3/5/2022) di Desa Batang Kulur Kanan Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Hulu Sungai Selatan Kalimantan Selatan, yang masih melaksanakan nilai budaya tradisi Batumbang ini.

Tradisi Batumbang atau Batumbang Apam merupakan tradisi warisan orang terdahulu yang diwariskan orang tua kepada anak cucu.

Batumbang ialah menyusun Kue Apam (Khas Banjar) dengan cara menancapkan ke pelepah dahan kelapa yang sudah dipotong dan dibersihkan.

Jumlah atau susunan kue Apam yang di tancapkan setinggi tubuh orang yang di Tumbang. Jika balita atau anak-anak kue Apam yang di tancapkan berkisar antara tiga potong atau lebih dan jika orang dewasa kue Apam yang di pasang pada dahan kelapa berjumlah lebih dari itu. Sementara balita atau orang dewasa yang di Tumbang duduk diatas alas dari lapisan kain sarung. Lalu dahan kelapa didirikan atau di ukur kan pada tinggi badan orang yang ditumbang.

Sembari menancapkan Apam pada dahan kelapa tokoh adat pun melantunkan doa dan salawat yang tujuannya untuk mengharap keselamatan.

Jika yang Batumbang seorang Balita atau anak-anak, maka diharapkan doa kesehatan dan keselamatan untuknya.

Sementara Batumbang pada orang dewasa biasa dilakukan lantaran wujud syukur akan tercapainya hajad atau cita-cita.

Tokoh masyarakat setempat Nenek Isyam atau yang akrab disapa Mama Mahdi menuturkan, pelaksanaan Batumbang Apam ini telah ada sejak dulu,dan telah menjadi tradisi atau adat di desanya.
“Sudah menjadi tradisi Batumbang dilaksanakan setiap lebaran baik Idul Fitri maupun Idul Adha disini banyak yang melaksanakan Batumbang, termasuk yang hajatnya terlaksana,bahkan hingga mencapai tiga kali berturut-turut, ” ucap Mama Mahdi.

Tradisi Batumbang Apam merupakan tradisi keagamaan yang dilaksanakan setiap tahunnya pada hari besar kalender umat Islam yakni Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.

Pelaksanaannya pun dibantu atau di bimbing tokoh adat atau Te-tua (orang yang dituakan), Kaum (petugas masjid) dan 4 orang lainnya yang melaksanakan tradisi ini.

Nilai yang terdapat dalam tradisi Batumbang yakni nilai sosial, nilai material dan nilai religius. Nilai sosial yang terdapat dalam tradisi Batumbang Apam yakni saling tolong menolong (gotong royong), kasih sayang, saling menghargai dan sikap sopan. Nilai meterial yang terdapat dalam tradisi Batumbang Apam meliputi benda dan hidangan atau sajian yang merupakan kebutuhan fisik manusia seperti: kue apam dan makanan lainnya. Nilai religius dalam tradisi Batumbang tercemin dari, doa dan salawat serta esensi dari tradisi itu sendiri, dimana tradisi ini,merupakan wujud ucapan syukur dan doa yang diberikan oleh Sang Pencipta.

Pewarisan tradisi Batumbang Apam terdapat tiga proses yaitu proses internalisasi, proses sosialisasi dan proses enkulturasi.

Diharapkan masyarkat setempat dan generasi muda terus menjaga dan melestarikan tradisi yang telah ada dari turun-temurun sebagai warisan budaya khususnya masyarakat Desa Batang Kulur Kanan HSS dan para tokoh Agama untuk selalu membimbing dan menuntun dalam pelaksanaan tradisi Batumbang Apam.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait