Kandangan, kalselpos.com – Enam fraksi DPRD Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) sepakat menindaklanjuti pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang penambahan penyertaan modal kepada Bank Kalsel, dalam rapat paripurna, Jumat (1/4).
Rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua I DPRD Rodi Maulidi, didampingi Ketua DPRD HSS Akhmad Fahmi serta Wakil Ketua II Muhammad Kusasi dan dihadiri Sekretaris Daerah Muhammad Noor.
Juru Bicara (Jubir) Fraksi PDIP Muhazerachman, menyambut baik Ranperda untuk dibahas lebih lanjut, dan mengapresiasi kinerja Bank Kalsel saat ini. “Kami menyarankan untuk dibuat Pansus khusus, untuk dikaji lebih mendalam pembahasan Ranperda ini,” ujarnya.
Jubir Fraksi Nasdem Husnan, menyambut baik Ranperda itu untuk dapat dibahas bersama. “Pasca penambahan penyertaan modal ini, diharapkan agar usaha kecil lebih mudah mendapatkan pinjaman, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” pesan Husnan.
Jubir Fraksi Gerindra-PAN Habib Mahdi Yahya, berharap dapat membantu peningkatan penguatan permodalan bagi Bank Kalsel, sekaligus bagian dari investasi pemerintah daerah.
“Diharapkan dapat memberikan kontribusi pasti bagi perolehan pendapatan asli daerah, serta membawa pengaruh yang baik dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten HSS,” ucap Habib Mahdi.
Jubir Fraksi PKS Muhammad Bustani mengatakan, Ranperda tersebut harus tetap mengacu pada regulasi yang ada, dan mendapatkan asas peningkatan pertumbuhan, peningkatan pendapatan ekonomi daerah.
“Dan peningkatan kesejahteraan masyarakat umumnya, dengan catatan APBD daerah berpegang teguh kepada asas hukum dan asas manfaat,” ujarnya.
Jubir Fraksi Golkar, Muhlis Ridhani mengharapkan, Bank Kalsel agar meningkatkan kualitas pelayanan publik secara optimal.
“Selain itu investasi penyertaan modal tidak semata-mata hanya dilihat dari sisi keuangan daerah, tetapi juga harus mempertimbangkan penyedia dan kebijakan pelayanan publik, yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat,” ucap Muhlis.
Sementara itu, Fraksi PKB Rahmat Iriadi, meminta laporan Bank Kalsel terkait kinerja keuangan sejak tahun 2017-2021 karena jumlah penyertaan modal yang besar. “Kami juga minta collapse terkait jumlah CSR yang diturunkan di Kabupaten HSS dari tahun 2017-2021,” ujarnya.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





