Hingar bingar, namun perayaaan Hari Disabilitas di SLB pembina diduga ‘disusupi’ SE memberatkan

[]anas POTONG TUMPENG - Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor saat memotong tumpeng pada peringatan Hari Disabilitas Internasional 2021.(kalselpos.com)

Dia menyebut, walaupun sifatnya tidak memaksa, namun surat edaran tersebut cukup memberatkan bagi orang tua siswa. “Saya menyumbang tiga kotak makanan saja, kalau lebih dari itu saya tidak mampu,” ujarnya lirih.

Bacaan Lainnya

Ternyata bukan hanya surat edaran sumbangan konsumsi yang menjadi sorotan para orangtua siswa.

SLB yang berdiri dipinggir Jalan A Yani Km 20, Landasan Ulin, Kota Banjarbaru itu juga disebut menjual baju seragam siswa yang cukup mahal. “Harganya Rp380 ribu, padahal sebelumnya gratis,” bebernya.

Keluhan seolah makin sempurna, karena saat ini uang yang diterima siswa untuk makanan bergizi sebesar Rp1,5 juta tidak ada lagi.

[]anas
Rosita Sari, Kepala SLB-C Negeri Pembina.(kalselpos.com)
Dikonfirmasi tentang hal tersebut, Kepala SLB-C Negeri Pembina, Rosita Sari dengan tegas membatahnya.

“Hal itu ramai pas waktu saya tugas luar ke Bandung. Entah siapa yang menyebar rumor tersebut. Itu hanya kesalahpahaman saja. Dalam surat edaran kita bilang per jenjang, bukan per kelas. Satu jenjang mewakili 30 – 35 siswa,” ujarnya.

Rosita mengaku terkejut dengan rumor yang menyeruak dan seolah menyudutkan dirinya dan pihak sekolah.

“Waktu rapat dengan orang tua murid, mereka semuanya tidak ada yang keberatan. Bahkan ada yang menyumbang dalam bentuk uang.
Itu kesalahpahaman saja. Rumor itu  dilontarkan oleh seseorang, dari mana kita tidak ngerti,” tukasnya.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

 

Pos terkait