Dia menyebut bahwa para pemuda di era pergerakan nasional sebagian besar adalah jurnalis, seperti Tjipto Mangunkusumo, Soekarno, Siti Sundari, dan WR Supratman, dan sebagainya.
Mereka, terang Mahendra, bergerak bersama melawan penjajah, mengabarkan semangat persatuan Indonesia, dan juga menyadarkan masyarakat bahwa Indonesia layak untuk diperjuangkan dan dimerdekakan.
Oleh karena itu, dia menilai pameran yang digelar oleh Museum Sumpah Pemuda ini merupakan langkah tepat agar masyarakat, khususnya generasi muda dapat belajar tentang pentingnya merawat semangat persatuan dan kebhinekaan dalam simpul kebangsaan.
“Jika dulu itu kita melawan kolonial, sekarang kita harus bergotong royong, berkolaborasi dengan siapapun, antar suku, antar bangsa, untuk memajukan bangsa ini,” tuturnya.
Pameran yang bertajuk “Lawan!” ini merupakan refleksi perjuangan tokoh pers Sumpah Pemuda menghadapi pemerintah kolonial Belanda. Mereka sebagian besar adalah jurnalis yang kerap
menggelorakan semangat kebangsaan Indonesia.
Pameran “Lawan!” dapat dikunjungi secara langsung mulai 22 hingga 31 Oktober 2021 di M Bloc Space, Selatan. Pameran tersebut juga dapat dilihat secara daring mulai tanggal 22 Oktober hingga 9 November 2021 melalu laman pameran www.pameranlawan.com.
Melalui daring, pengunjung akan disuguhi konten kreatif dan layanan tur virtual 360° sehingga memberikan pengalaman nyata seolah-olah berkunjung secara langsung.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





