kalselpos.com – Demam babi Afrika (ASF) telah menghancurkan industri peternakan babi di negara Asia Tengara.
Sejak terjadi wabah pada 2019 yang menyebar ke 12 kawasan dan mencapai puncaknya tahun lalu.
Menteri Pertanian William Dar pada Jumat (22/10) mengungkapkan jumlah kasus demam babi Afrika
di Filipina turun drastis dan kini hanya ada di tiga kawasan.
Dalam sidang komite anggaran Senat Dar mengatakan bahwa penyakit yang sangat menular itu kemungkinan masih ada “jika kami tidak mematuhi protokol kesehatan dan karantina.”





