kalselpos.com-Menurut dokter di UWHealth di Madison, Wisconsin, Ellen Wald, MD, sakit telinga yang terjadi selama infeksi pernapasan karena terhubungnya saluran hidung dan telinga yakni melalui eustachius.
Ketika seseorang mengalami infeksi saluran pernapasan atas yang salah satunya dapat dipicu virus SARS-CoV-2, saluran hidung dapat mengalirkan lendir ke tenggorokan, lalu cairan naik ke eustachius lalu menyumbatnya.
Kondisi yang terjadi kemudian, kemampuan telinga mengeluarkan cairan terganggu dan inilah yang menyebabkan sakit telinga.
Wald mengatakan pada Jumat (3/9), sakit telinga selama terkena penyakit pernapasan dapat terjadi pada siapa saja, ini sangat umum terjadi pada anak kecil, yang saluran eustachiusnya lebih kecil dan lebih mudah tersumbat.
Sementara itu, pakar kesehatan dari Johns Hopkins Blommberg School of Public Health’s Center for Health Security, Amesh A. Adalja, MD menuturkan, dalam beberapa kasus, cairan di telinga selama serangan Covid-19 juga dapat menyebabkan infeksi telinga.
“Peradangan di telinga dapat menyebabkan infeksi telinga bakteri sekunder, seperti yang biasa kita lihat pada influenza,” tutur dia.
Jadi, apabila Anda mengalami sakit telinga yang terkait dengan gejala pernapasan lainnya, seperti pilek atau hidung tersumbat, sakit kepala, batuk, atau sakit tenggorokan apalagi bersama gejala potensial virus lainnya, sebaiknya periksakan diri ke penyedia layanan kesehatan dan menjalani tes Covid-19 sesegera mungkin.





