Frofil Kabupaten Hulu Sungai Selatan Kalimantan Selatan

kalselpos.com -Kabupaten Hulu Sungai Selatan adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan dengan ibu kota sekaligus pusat pemerintahan terletak di Kandangan.

Semboyan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, “rakat mufakat” yang artinya persatuan yang erat disertai musyawarah.

Bacaan Lainnya

Hulu Sungai Selatan memiliki luas sekitar 1.703 km² dan berpenduduk sekitar 212.485 jiwa dan pada tahun 2019 berjumlah 237.702 jiwa

Profil Daerah.
Tanggal 2 Desember 1950 menjadi pancangan tonggak sejarah Hari Jadi Kabupaten Daerah Tingkat II Hulu Sungai Selatan yang kemudian dikukuhkan dengan Ketetapan DPRD Tingkat II Hulu Sungai Selatan tanggal 26 Maret 1987 Nomor 06 KPTS/DPRD-HSS/1987 tentang Persetujuan Ketetapan Hari Jadi Kabupaten Daerah Tingkat II Hulu Sungai Selatan.
Kantor Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan beralamat di Jl. Panglima Antasari Kandangan dengan alamat website www.hulusungaiselatankab.go.id

Sejarah.
Kabupaten Hulu Sungai Selatan dibentuk dengan Undang–Undang Darurat Nomor 3 Tahun 1953 tentang  Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan (Lembaran Negara Tahun 1953 Nomor 9) sebagai undang–undang dengan ibukota Kandangan.

Visi dan Misi.
Visi jangka menengah daerah yang diusung oleh Kepala Daerah terpilih yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten  Hulu Sungai Selatan Tahun 2014 – 2018 adalah “Terwujudnya Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang Sejahtera, Agamis dan Produktif”.
Berdasarkan visi tersebut, ditetapkan misi pembangunan yang merupakan rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi tersebut sebagaimana berikut:

Meningkatkan kehidupan beragama, dengan melaksanakan nilai-nilai agamis yang berkualitas dan lebih religius dalam kehidupan sehari-hari, dan meningkatkan kerjasama dengan lembaga keagamaan dalam kehidupan beragama;

Meningkatkan dan Mengembangkan Potensi Daerah, dilaksanakan dengan:

Meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih dan melayani; dan

Mengembangkan potensi masyarakat berbasis pertanian secara luas, industri kecil, dan pariwisata.

Meningkatkan Perekonomian Masyarakat dan Pendapatan Daerah, dilaksanakan dengan:

Membangun semangat dan mewujudkan tingkat produktivitas dan kinerja dan menggali sumber- sumber pendapatan daerah;

Meningkatkan Infrastruktur yang Berkualitas, Penataan Ruang dan Pengembangan Kawasan Pembangunan

Meningkatkan pemanfaatan Teknologi dan Informatika, dilaksanakan dengan:

Meningkatkan Pengembangan dan pemanfaatan Iptek dalam 
upaya menumbuhkembangkan kapasitas produksi;

Meningkatkan penyebarluasan informasi dan pemanfaatannya 
guna mendukung pembangunan daerah.

Potensi Daerah
Pertanian

Angka produksi padi sawah tahun 2017 adalah 231.423 ton, bila dibandingkan tahun 2016 mengalami penurunan sebesar 0,18 persen. Produksi tanaman jagung pada tahun 2016 sebesar 440 ton menjadi 4.973 ton pada tahun 2017.
Hortikultura
Pada tahun 2017 di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, tanaman sayuran yang menyumbang produksi terbesar adalah cabe besar mencapai 66.176 kuintal. Penghasil cabe besar terbanyak adalah Kecamatan Daha Barat dengan jumlah produksi mencapai 11.345 kuintal. Sementara penyumbang terbesar produksi buah pada tahun 2017 adalah semangka dengan total 233.812 kuintal.

Pariwisata

Obyek wisata yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan adalah :
Air Terjun Haratai, Air Terjun Kilat Api, Air Panas Dan Cottage Tanuhi,
Balanting Paring (Bamboo Rafting), Goa Mandala di Kecamatan Telaga Langsat dan Petualangan Menjelajah Danau dan Memancing (Kalang Kerbau).

Hasil Pertanian dan Perkebunan

Hasil budidaya pertanian berupa padi, jagung, ubi jalar, kacang tanah, dan ubi kayu, serta sayuran. Selain itu juga terdapat hasil perkebunan berupa kelapa, cengkeh, kopi, kayu manis, dan karet.

Peternakan

Populasi ternak besar sapi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan pada tahun 2017 adalah 5.120 ekor dan kerbau sebanyak 985 ekor, sedangkan populasi kambing dan babi yang dikelompokkan sebagai ternak kecil berturut-turut adalah 2.702 ekor dan 615 ekor. Sedangkan jenis unggas paling banyak ternak ayam pedaging yang populasinya mencapai 1.196.341 ekor.

Perikanan

Berdasarkan data Dinas Perikanan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, secara keseluruhan jumlah produksi perikanan tangkap pada tahun 2017 sebesar 8.490,04 ton dan budidaya ikan mencapai 4.106,2 ton.

Kehutanan

Menurut fungsinya hutan dibagi menjadihutan lindung, hutan produksi, hutan suaka dan pelestarian alam. Luas hutan lindung di Kabupaten Hulu Sungai Selatan pada tahun 2017 sekitar 23.919,52 hektar, hutan produksi sekitar 31.185,57 hektar, hutan suaka dan pelestarian alam  247 hektar.

Perindustrian

Pada tahun 2017, jumlah perusahaan industri kecil dan menengah di Kabupaten Hulu Sungai Selatan mencapai 11.645 perusahaan dan mampu menyerap 25.177 orang tenaga kerja.

Dilihat dari jenis barang yang diproduksi, usaha industri kerajinan dan umum merupakan jenis perusahaan terbanyak dengan 5.483 perusahaan. Untuk penyerapan tenaga kerja, industri pangan masih merupakan penyerap tenaga kerja terbesar mencapai 11.955 orang pekerja. Pada bagian lain, nilai produksi yang dihasilkan usaha industri kecil dan menengah di Kabupaten Hulu Sungai Selatan mencapai Rp. 100.232.350.000 di tahun 2017.

Obyek Wisata Andalan

Masjid Su’ada
Masjid ini dibangun pada 1908 dan merupakan masjid tertua kedua di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Lokasinya di Desa Wasah Hilir, RT 2 RK 1, Kecamatan Simpur, Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.

Rumah Perjuangan ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan milik H Kaspul Anwar

Setelah Kemerdekaan RI pada 1945, rumah milik H Kaspul Anwar ini dijadikan markas besar perjuangan ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan, meneruskan perjuangan mengusir penjajah Belanda yang masih ingin menjajah daerah ini. Rumah bertipe panggung ini beralamat di Jalan Karang Jawa, Kecamatan Padang Batung Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.

Rumah Adat Banjar Bubungan Tinggi

Rumah ini beralamat di Jalan Habirau, Desa Habirau, Kecamatan Daha Selatan. Ukiran-ukirannya masih tampak bagus dan klasik. Ukiran tersebut tampak berada di sekeliling pintu, di beberapa bagian dinding luar dekat teras, di tangga dan atap. Rumah tersebut sepenuhnya masih berbahan ulin di bagian badan rumah seperti dinding dan lantai.

Benteng Madang

Benteng ini terdapat di atas Gunung Madang, salah satu dari bagian Pegunungan Meratus. Tempat tersebut sangat strategis untuk pertahanan karena bila berada di tempat tersebut, maka daerah sekeliling dapat terlihat dengan mudah. Lokasi benteng dapat dijangkau dengan menaiki anak tangga lebih dari 400 buah dari jalan raya. Benteng Madang dibangun menggunakan tujuh lapis batang kayu madang yang terdapat di sekitar tempat itu. Tingkat atas digunakan sebagai tempat pengintaian sekaligus tempat pasukan bersenjata api, termasuk untuk wadah meletakkan tiga pucuk meriam lila.

Loksado

Daerah ini memiliki banyak destinasi wisata alam yang ditawarkan untuk para pelancong. Wisata yang paling terkenal di sini adalah Sungai Amandit dengan sensasi bamboo raftingnya yang kerap menjadi daya tarik bagi wisatawan. Selain itu, pesona panorama alamnya yang didominasi hutan, bukit, sungai dan nuansa kehidupan sehari-hari suku Dayak Loksado juga menjadi daya Tarik tersendiri.

Letak Geografis
Kabupaten Hulu Sungai Selatan terletak antara 2°49’ 55″- 3° 43’ 38″ Lintang Selatan dan 114° 30’ 20″ – 115° 35’ 37″ Bujur Timur dengan luas wilayah 1.804,94 Km², yang terbagi
atas 11 Kecamatan, 4 Kelurahan dan 114 Desa.

Batas Wilayah Administrasi.
Sebelah Utara: Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Sebelah Timur: Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Kabupaten Kotabaru.
Sebelah Selatan: Kabupaten Tapin.
Sebelah Barat: Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Kabupaten Tapin.

(Aplikasi Kalselpos.com)

Pos terkait