Kandangan, kalselpos.com– Guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19, Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) Achmad Fikry tak henti-henti mengingatkan semua lapisan masyarakat di setiap kegiatan agar terhindar dari paparan Virus Corona.

“Kita semua harus tetap menjaga jarak dan jangan abai karena hingga saat ini COVID-19 masih adanya, sehingga penerapan protokol kesehatan terus ditetapkan saat melakukan aktivitas,” ujar Bupati HSS Achmad Fikry, Kamis (22/7) saat menghadiri peringatan hari keluarga nasional (harganas) dan hari anak nasional, di Gedung Pramuka Kandangan, yang dihadiri Wakil Bupati Syamsuri Arsyad, Sekda Muhammad Noor dan jajaran Forkopimda.
Menurut bupati, kasus COVID-19 di Kabupaten HSS masih terjadi dan menunjukan peningkatan yang cukup signifikan. “Dari status zona kuning, kini Kabupaten HSS menjadi zona oranye,” ungkap bupati.
Dikatakan bupati, kasus penularan COVID-19 yang terjadi saat ini banyak dari klaster keluarga, yang menjadi perhatian semua untuk tidak abai dengan protokol kesehatan. “Kalau kita terus abai, kapan selesainya pandemi COVID-19 ini. Apalagi sekarang ada varian baru yang penularannya lebih cepat,” ujar bupati.
Jadi, kata bupati, usahakan jangan berdekatan apalagi sampai bersentuhan, dan tetap menerapkan protokol kesehatan, untuk mencegah penularan Virus Corona yang hingga saat ini masih terjadi banyak pada klaster keluarga. “Jangan sok akrap, tetap jaga jarak diantara kita semua,” ujar Fikry.
Dalam penanganan COVID-19, Bupati Fikry berharap semua elemen masyarakat mengingatkan kiri dan kanannya untuk menetapkan protokol kesehatan menghindari penularan Virus Corona, guna menyiapkan generasi emas ke depan. “Mari kita siapkan sejak awal generasi emas, agar anak-anak terhindar dari stunting dan COVID-19,” ujar bupati.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten HSS, Hanti Wahyuningsih, berharap peringatan harganas keluarga bisa menjadi tempat nilai agama yang diajarkan, dan menjadi tempat kasih sayang yang diberikan. “Keluarga juga harus berperan memperkenalkan sosial budaya dan saling menghargai satu sama lainnya,” ujar nya.
Selain itu, ia berharap semua elemen masyarakat dapat menjamin kebutuhan anak, agar anak memperoleh atas hidup yang tumbuh berkembang dan berprestasi yang wajar sesuai dengan harkat dan martabat. “Anak juga harus dilindungi dari kekerasan dan diskriminasi. Kita juga harus mencegah penularan anak dari COVID-19,” ujarnya.





