Penentuan zuriat Makam Sultan Suriansyah belum ‘Beres’, Puluhan massa demo Balai Kota

  • Whatsapp
[]istimewa PEGANG ATRIBUT - Salah satu pengunjuk rasa memegang atribut saat berdemo di Balai Kota Banjarmasin, Kamis pagi.(kalselpos.com)

Banjarmasin, kalselpos.com– Lantaran permasalahan zuriat Makam Sultan Suriansyah, belum ‘tuntas – tuntas’, puluhan massa melakukan unjuk rasa di Balai Kota Banjarmasin, Kamis (08/07/21) pagi.

Bacaan Lainnya

Puluhanan massa meminta kejelasan kepada salah satu ketua Tim Penanganan Penyelesaian Pengelola Makam Raja Banjar, yang saat ini diketuai Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan di Sekdako Banjarmasin, Doyo Pudjadi, segera menyelesaikannya.

Tidak hanya itu, puluhan massa juga mendesam kepada ketua tim untuk mengundurkan diri, lantaran tak bisa menyelesaikan permasalahan.

Koordinator aksi, H Maulana mengatakan, unjuk rasa dilakukan lantaran penyelesaian konflik yang mendera tubuh kepengurusan makam Raja Banjar, makin berlarut – larut alias berjalan lambat.

Padahal menurutnya, persoalan yang dihadapi cukup sepele. Tinggal mendudukkan saja, masing -masing perwakilan kubu, menampung segala aspirasi mereka, lalu mengambil keputusan.

“Kami melihat cara – cara penyelesaiannya cukup lambat. Meskipun kami bisa memaklumi, pemko juga menangani persoalan Covid-19, banjir dan lain sebagainya,” ujar Maulana, kepada wartawan.

Lebih lanjut, persoalan yang dihadapi, menurutnya ada pada pembuktian zuriat, maka ia mengatakan tinggal dibuktikan saja.

Akan tetapi, hal itu malah dipandang tak akan bisa selesai.

Lantaran masing-masing kubu tak ada satu pun yang bisa membuktikan. Kalau pun bisa, persoalannya pun akan semakin berlarut – larut lagi.

“Termasuk kalau kita bicara soal ahli waris. Mana buktinya,” ungkapnya.

Alhasil menurutnya, lebih baik pengelolaan makam diurus bersama-sama atau secara kekeluargaan.

“Kami meminta penyelesaian konflik bisa dipercepat. Mereka menilai, pengelolaan makam terdahulu, belum berjalan secara maksimal,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Banjarmasin, Atifin Noor mengaku akan menampung tuntitan yang disampaikan pengunjuk rasa.

“Kami mengapresiasi tuntutan pengunjuk rasa. Sebenarnya secara hati nurani, kami hormati upaya mereka, yang juga demi maksimalkan pembangunan di Kota Banjarmasin,” ucapnya singkat.

Dikonfirmasi terpisah, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Doyo Pudjadi menyambut baik apa yang menjadi tuntutan pengunjuk rasa.

“Termasuk, meminta saya untuk dicopot sebagai ketua tim Penanganan Pengelolaan Makam. Tidak apa-apa, silakan saja. Itu tergantung wali kota,” sebutnya.

Doyo menilai, dirinya sudah bekerja semaksimal mungkin. Namun apa daya, masing-masing kubu, masih berkeras ingin menguasai sendiri pengelolaan makam Raja Banjar tersebut.

“Saya doakan mereka pengunjuk rasa diberikan kesehatan. Kemudian semoga ada solusi yang terbaik dan cepat,” tandasnya.

(Aplikasi Kalselpos.com)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.