Tak dimasukkan daftar Ahli Waris, Kakak adukan Adik kandung. Di Polisi, kasusnya Dihentikan

  • Whatsapp
[]istimewa USAI DARI POLDA - Tim kuasa hukum H Iwan, terdiri dari Adv Sugeng Aribowo, Adv Junaidi, Adv Anwar Sanusi dan Adv Wahyu Rahmadani selepas mendatangi Kantor Ditreskrimum Polda Kalteng, Senin (7/6/2021) kemarin, di Palangka Raya.(kalselpos.com)

Palangka Raya, kalselpos.com – Setelah melalui proses penyelidikan cukup panjang, penyidik Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Kalteng akhirnya menghentikan penyelidikan terkait perkara dugaan memasukkan keterangan palsu atau kejahatan terhadap asal usul seseorang yang dilayangkan, seorang warga, bernama H Yayan, selalu pelapor, pada 23 Februari 2021 lalu.

Kepastian penghentian penyelidikan diterima kuasa hukum Sugeng Aribowo mewakili kliennya atau terlapor, yakni Ahmad Iswani alias H Iwan, selepas mendatangi Kantor Ditreskrimum Polda Kalteng, Senin (7/6/2021) kemarin, di Palangka Raya.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, H Yayan melaporkan adik kandungnya Ahmad Iswani kepada Ditreskrimum Polda Kalteng.

Permasalahan dipicu tidak masuknya nama H Yayan dalam surat keputusan Pengadilan Agama terkait ahli waris selepas meninggalnya sang ayah.
Keputusan Pengadilan Agama tersebut membuat H Yayan merasa keberatan dan menilai terjadi persengkongkolan dalam keluarga untuk menghilangkan nama dirinya dari daftar ahli waris.

Namun belakangan, laporan H Yayan justru dihentikan pihak kepolisian, lantaran dianggap tidak cukup bukti.

“Alhamdulilah, kami mendapat informasi secara lisan dari oenyidik Ditreskrimum Polda Kalteng, jika laporan yang dibuat H Yayan kepada adik kandung, yakni H Iwan dinyatakan dihentikan penyelidikannya. Alasannya karena tidak cukup bukti,” ucap tim kuasa hukum, terdiri dari Adv Sugeng Aribowo, Adv Junaidi, Adv Anwar Sanusi dan Adv Wahyu Rahmadani.

Sugeng menyebutkan, dibuatnya surat keterangan ahli waris melalui Pengadilan Agama, itu hanya untuk mengambil uang di BCA atas nama almarhum ayah dari pelapor dan terlapor.

H Akli, selaku salah satu adik kandung dari H Yayan, menyampaikan, terhadap keterangan ahli waris itu sudah disepakati seluruh anak dari almarhum ayah mereka, termasuk H Yayan sendiri.

Selanjutnya, sambung H Akli, setelah pencairan uang di BCA, seluruh anak-anak telah mendapat bagian, termasuk H Yayan.

Terkait telah dihentikannya penyelidikan atas kasus tersebut, ia pun mengucapkan terima kasih kepada penyidik Ditreskrimum yang telah bekerja sesuai prosedur dan professional.

Berkaitan dengan proses perkara di Polresta Banjarmasin, pihak keluarga sudah berkomunikasi, dan pada prinsipnya menunggu itikad baik dari H Yayan.

“Kita mencari yang terbaik dan ingin terus menjalin silaturahmi. Harapan kami, keluarga bisa rukun kembali,” tandas H Akli.

(Aplikasi Kalselpos.com)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.