Dari 4 (empat) buah gubuk tersebut tiga buah dibongkar dan dibersihkan sehingga tidak lagi bisa menempati dan 1 (satu) buah gubuk dibakar, kenapa tidak dibakar semuanya karena tiga buah tersebut mendekati perkebunan karet takutnya kalau menjalar, sementara gubuk dibakar jauh dari arela perkebunan di tengah-tengah areal tambang.
“Jadi empat buah gubuk dijadikan tempat tinggal dibersihkan dan satu buah dibakar, “ jelasnya.
Sementara untuk satu unit alat berat berada dilokasi, pihaknya berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat dan perusahaan, untuk memungkinkan dilakukan penyitaan untuk ditahan.
Untuk diketahui kegiatan operasi ini tidak terjadwal kapan mau melaksanakan operasi, bisa malam, siang atau sore hari, dengan melihat situasi dan kondisi dilapangan hal itu agar tidak diketahui, karena kalua sudah tahu tentunya aktifitas para penambang liar tidak ada di tempat.
“Kalau operasi ini di jadwalkan tentunya sudah dibaca lawan penambang liar, kita selaku pengaman tentunya tidak mendapatkan hasilnya, “ujarnya.
Pihaknya berharap adanya kegiatan operasi ini, tidak ada lagi ditemukan aktifitas penambang illegal khususunya di wilayah konsensi PT SKB.
“Siapapun yang melakukan hal tersebut tentunya kita tindak sesuai hukum yang berlaku, “tambahnya.
Sementara Corporate Legal PT SKB Erwin Hutajulu mengatakan, adanya aktivitas dari penambang illegal di wilayah milik PT SKB tentunya sangat merugikan perusahanya.
“Sebagai perusahaan pemegang resmi Perjanjian Karya Pertambangan Batubara (PKP2B) tentunya sangat dirugikan adanya aktivitas tambang illegal, karena hanya mengambil batubaranya saja, sementara kelestarian alam tidak dijaga, “jelasnya.
Seperti kita lihat bersama dari operasi dilakukan, terdapat yang sudah direboisasi, malah digali lagi oleh penambang liar, hal itulah yang membuta alam kembali menjaid rusak. Setelah ditemukan ini, tentunya diharapkan tidak ada lagi aktifitas tambang illegal.
“Tetapi kalau ada ditemukan lagi aktivitas menambang illegal, kami akan tindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku, “tegasnya.
Pada kesempatan ini saya mewakili manajemen perusahaan, mengucapkan terima kasih kepada Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan, Ditpamobvit Polda Kalsel, Polres Tapin yang sudah melakukan pengamanan para penambang liar sehingga aktivitas peti tidak ada lagi.





