Larangan Mudik, Ini Penjelasan Bupati HSS‎ ‎

  • Whatsapp
BUPATI- Bupati Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Achmad Fikry‎ didampingi Wakil Bupati Syamsuri Arsyad dan Sekda Muhammad Noor saat rapat koordinasi.(Sofan)

Kandangan, kalselpos.com– ‎ Mulai 6 hingga 17 Mei 2021, Pemerintah Pusat mulai memberlakukan larangan mudik bagi masyarakat Indonesia, termasuk di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Di Bumi Antaludin, untuk mengontrol pemudik yang masuk, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) HSS mendirikan tiga pos pantau di daerah perbatasan antar kabupaten.

“Untuk mengontrol dan mengawasi pemudik, kita mendirikan tiga pos pantau, di Kecamatan Angkinang, Sungai Raya dan di Loksado,” ujar Bupati Kabupaten HSS, Achmad Fikry didampingi Wakil Bupati Syamsuri Arsyad, dan Sekda Muhammad Noor, ‎Kamis (5/5 ), kepada wartawan Kalsel Pos saat rapat koordinasi.

‎Dijelaskan bupati, pos pantai didirikan untuk mengawasi dan melihat siapa saja yang masuk ke Kabupaten HSS. Namun, sebelum masuk ke Kabupaten HSS, akan dicek oleh petugas apakah sudah memenuhi protokol kesehatan, seperti hasil tes antigen, surat tugas dari instansi masing-masing. “Untuk jajaran pemerintah surat izin minimal di keluarkan oleh pejabat eselon 2,” ujar bupati

Bacaan Lainnya

Sementara untuk masyarakat biasa mereka bisa membawa surat keterangan dari Kepala Desa (Kades) sesuai dengan keperluan, seperti menjenguk orang sakit atau mendampingi keperluan melahirkan. “Kebijakan ini buka kebijakan daerah, tapi sudah kebijakan nasional yang harus dipatuhi,” ujarnya.

Jadi, kata bupati, boleh saja melewati atau masuk ke Kabupaten HSS asal memenuhi syarat yang telah ditetapkan sesuai dengan kebijakan nasional, untuk menekan penularan Covid-19 yang masih terjadi hingga saat ini. “Kebijakan nasional ini dikeluarkan hanya untuk menekan penularan Covid-19,” ujarnya.

Maka dari itu, semua warga yang masuk atau lewat Kabupaten HSS akan dicek di pos pantau lebaran yang berada di Kecamatan Sungai Raya, A‎ngkinang dan Loksado. “Boleh saja lewat atau masuk Kabupaten HSS asal memenuhi syarat yang telah ditetapkan,” ujarnya.

‎Jika pada saat dilakukan tes antigen masyarakat yang lewat tersebut hasilnya positif, maka akan dilakukan karantina mandiri selama lima hari. “Jika hasilnya negatif akan dipersilahkan masuk atau lewat,” ujarnya.

kalselpos.com: Berita Terkini Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.