Dugaan pelanggaran Lingkungan di Kalsel disuarakan LSM Forpeban

  • Whatsapp
Din Jaya, Ketua LSM Forpeban Kalsel.

Banjarmasin,kalselpos.com – Puluhan massa dari LSM Forum Rakyat Peduli Bangsa dan Negara (Forpeban) Kalsel menyampaikan aksi damai di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) setempat, di Jalan DI Pandjaitan Banjarmasin, Senin (22/2/2021) siang.

Aksi tersebut berjalan dengan aman dan damai meskipun cuaca terik. Peserta aksi juga terlihat menerapkan protokol kesehatan Covid – 19 dengan ketat. Mereka menjaga jarak dan pakai masker.

Advertisements

Bacaan Lainnya

Koordinator aksi, Din Jaya menyampaikan beberapa dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh oknum yang yang tidak bertanggungjawab sehingga merugikan masyarakat dan keuangan negara.

Setidaknya ada dua kasus yang mereka sampaikan yaitu, dugaan pelanggaran lingkungan terkait dengan aktivitas usaha docking/bengkel kapal dan tongkang yang terletak di Jalan RK Ilir tepian Sungai Martapura.

“Docking tersebut diduga mengakibatkan penyempitan luasan sungai, pendangkalan dan pencemaran sungai serta mengganggu keamanan  ketertiban keselamatan dan kelancaran alur Sungai Martapura,” beber Din Jaya melalui pengeras suara.

Din menyebut, dugaan pelanggaran lingkungan itu telah berlangsung bertahun-tahun namun sampai saat ini pihak yang berwenang baik Dinas Perhubungan, Satpol PP dan Walikota Banjarmasin diduga hanya tutup mata dan melakukan pembiaran.

“Kuat dugaan adanya KKN dalam penanganan dugaan pelanggaran ini,” ucap Din Jaya lantang.

Kasus lainnya yang juga disampaikan adalah, pelaksanaan proyek Jalan Hasan Basri Kayutangi yang diduga bermasalah terkait dengan adanya dugaan pekerjaan yang tidak sesuai spek dan dugaan keterlibatan penyelesaian pekerjaan serta dugaan manipulasi progres pekerjaan.

“Proyek dengan kontrak Rp8,4 miliar itu berdasarkan penelusuran kami diduga kuat pengerjaannya berkualitas rendah atau tidak sesuai spek terutama pada pengerjaan keramik untuk trotoar jalan terjal beberapa yang sudah retak padahal pengerjaannya belum diserahkanterimakan. Termasuk juga pengerjaan cor yang diduga dibawah mutu standar yang telah disepakati dalam kontrak,” ungkap pria yang selama ini dikenal sangat getol menyuarakan suara rakyat arus bawah itu.

Karena itulah, Din meminta pihak Kejaksaan Tinggi Kalsel untuk segera mengusut dua kasus tersebut dan apabila terbukti melanggar hukum agar pelakunya segera diseret ke meja hijau.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Anas Aliando
Editor. . .: s.a lingga

Kebijakan Redaksi kalselpos.com
Redaksi berhak menghapus dan atau menutup komentar yang dinilai tidak etis.
Penulis Komentar tidak etis bertanggung jawab penuh atas akibat hukum yang ditimbulkannya

Advertisements