Oknum Guru tertangkap Mencuri ‘mencoreng’ nama baik Disdik Kapuas

  • Whatsapp
Dr H Suwarno Muriyat

Kuala Kapuas, kalselpos.com – Tindakan kriminal membobol rumah kosong di Jalan Intan I Kota Palangka Raya, Kalteng, pada Senin (15/2) lalu, yang diketahui dilakukan oleh seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial TA (36), yang berprofesi sebagai seorang guru di wilayah, Kecamatan Dadahup, lingkup Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kapuas, diakui sangat disesalkan.
Selain dianggap ‘mencoreng’ dunia pendidikan secara umum, buntut tertangkapnya TA oleh Satreskrim Polresta Palangka Raya, disesalkan pula oleh permerhati pendidikan di Kuala Kapuas, lantaran sanksi tegas pemecatan siap menanti oknum guru tersebut.
“Jujur saja saya sangat menyesalkan dengan kejadian ini, dan kepada pihak Disdik Kapuas hendaknya menelusuri dan mencari tahu, apa penyebab yang bersangkutan sampai berpikiran ‘sempit’ seperti itu. Setidaknya ini juga dapat menjadi referensi kita bersama, guna pelaksanaan bimbingan dan pembinaan bagi guru ada di kabupaten ini,” ungkap Teguh Prasetya Madjan, pemerhati dunia pendidikan di Kabupaten Kapuas, kepada kalselpos.com, Minggu (21/2/21) siang.
Terpisah, Kepala Disdik Kapuas, Dr H Suwarno Muriyat, saat dikonfirmasi berkaitan dengan tertangkapnya TA, juga menyesalkan dan bahkan setelah adanya pemberitaan di beberapa media massa, pihaknya langsung melakukan penyelidikan akan kebenarannya, sekaligus melakukan konfirmasi ke pihak kepolisan.
Dirinya segera memerintahkan, wakilnya dalam hal ini Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar Disdik Kapuas, untuk berkoordinasi guna mengetahui detail kronologinya. “Kita sangat menyesalkan ulah yang telah dilakukan bersangkutan. Saat ini saya sudah minta kepada Kabid Pembinaan SD Disdik Kapuas, Franz, agar berkoordinasi ke Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Pendidikan Dadahup, serta aparat kepolisian yang menangani kasusnya, guna mengetahui kronologinya,” beber H Suwarno Muriyat.
Terkait dengan sanksi apa yang akan diberikan, pihaknya masih menunggu kepastian akan proses hukumnya. “Apabila nanti memang sudah terbukti pidana, selain akan diberikan sanksi disiplin, maka bukan tidak mungkin akan di mendapatkan sanksi tegas yaitu pemecatan. Terlebih setelah pendalaman kasus TA, diduga yang bersangkutan telah berkali – kali melakukan tindakan pembobolan seperti ini,” demikian Dr H Suwarno Muriyat.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Bacaan Lainnya

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Iwan Cavalera
Editor : S. A. Lingga

Kebijakan Redaksi kalselpos.com
Redaksi berhak menghapus dan atau menutup komentar yang dinilai tidak etis.
Penulis Komentar tidak etis bertanggung jawab penuh atas akibat hukum yang ditimbulkannya