Sementara inovasi daerah Si Midun Chatting Ke Faskes, yang merupakan pengembangan dari program awal yang pernah masuk Top 35 KIPP 2016. Namun, untuk kali ini penekanannya adalah menurunkan angka stunting anak, dengan kembali memberdayakan dukun kampung.
Dijelaskannya, inovasi daerah Si Midun Chatting Ke Faskes selain dapat membawa pasien melahirkan ke faskes, namun juga mampu mengedukasi masyarakat, khususnya ibu-ibu hamil betapa pentingnya asupan-asupan gizi pada saat mereka hamil dan anaknya lahir.
“Alhamdulillah, dua tahun berjalan, angka stunting sudah mengalami penurunan yang luar biasa,” ujar bupati.
Menurut bupati, dampak dan manfaat dari dua inovasi ini sudah dirasakan masyarakat. “Untuk PRS, para penerima sudah bisa tidur dengan nyenyak. Dan Si Midun Chatting Ke Fakses, dapat menurunkan angka stunting,” ujarnya.
kalselpos.com : Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Banjarmasin Kalsel Kalimantan Nasional dan Dunia
Penulis : Sofan
Editor : Wandi





