KALSELPOS.TV : MAKAM GURU ZUHDIANOOR DITUTUP SEMENTARA

BANJARMASIN, kalselpos.com – Makam KH Ahmad Zuhdiannor atau yang akrab disapa Guru Zuhdi untuk sementara ditutup untuk umum. Jamaah dan pecinta guru kharismatik itu diminta mendoakan almarhum dari rumah saja.

“Ditutup sementara pak sampai waktu yang belum ditentukan,” ujar Jamaludin, salah satu relawan Majta kepada Kalselpos.com, Minggu (3/5/2020) siang.

Bacaan Lainnya

 

Disampaikannya, sejak subuh dini hari hingga siang ini, ratusan jamaah berdatangan ke belakang Masjid Jami untuk melakukan ziarah.

“Padahal sudah kami sampaikan melalui medsos tapi masih banyak masyarakat yang datang. Kami juga sudah pasang spanduk dibeberapa lokasi yang isinya agar jamaah mendoakan dari rumah saja,” jelasnya.

Jamaludin mengatakan, dari informasi yang didapatkan dari keluarga besar almarhum Guru Zuhdi, makam akan dibuka untuk umum setelah masa Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) untuk Kota Banjarmasin berakhir.

“Saya dengar akan dibuka pabila PSBB berakhir. Ada juga yang mengatakan makam dibuka apabila makam Abah guru Sekumpul telah dibuka. Artinya bila di Sekumpul buka, maka makam guru Zuhdi juga dibuka,” imbuhnya.

Pantauan kalselpos.com, Minggu siang, puluhan jamaah dan pecinta Guru Zuhdi tampak nekat masuk ke areal pemakaman meski dilakukan penjagaan yang lumayan ketat.

“Sebagian jamaah masih ada saja yang nekat masuk, tapi tetap tidak bisa sampai ke area makam. Jamaah hanya bisa sampai di depan pagar komplek rumah guru,” jelas Jamaludin.

H Hamli, salah satu jamaah yang bermaksud ingin ziarah  yang mengaku tinggal di Berangas Barito Kuala kepada kalselpos.com mengatakan, dirinya tidak tahu bahwa makam ditutup. “Saya tidak tahu makam ditutup,” ujarnya singkat.

Jamaah lainnya, Rusmiati asal Gambut mengatakan, dia bersama dua temannya sehabis makan sahur berangkat menuju Banjarmasin untuk ziarah ke makam Guru Zuhdi.“Sampai disini ternyata ada portal yang dijaga oleh relawan. Kami tidak diizinkan masuk. Kami pun manut saja,” tutupnya.

 

 

Penulis: Anas Aliando
Editor: Bambang CE
Penanggung jawab: SA Lingga

 

 

 

Pos terkait